PT Jamkrida Jateng Siap Menjamin Kredit yang Disalurkan LPDB

09 Oct 2015

SEMARANG – PT Penjaminan Kredit Daerah (Jamkrida) Jawa Tengah siap memberikan penjaminan kredit yang disalurkan Lembaga Pinjaman Dana Bergulir (LPDB) melalui beberapa lembaga keuangan ke berbagai bidang usaha. Terutama untuk mengembangkan ekonomi masyarakat di sektor pembiayaan usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) dan koperasi.

Hal itu tertuang dalam penandatanganan perjanjian kerjasama penjaminan kredit PT Jamkrida Jateng dengan Lembaga Pengelolaan Dana Bergulir, PT BPR Surya Yudha Kencana Banjarnegara, PT BPR Surya Yudha Wonosobo, dan PT Bentara Sinergitas Multifinance di Ruang Rapat Gedung A Lantai II Kantor Gubernur, Kamis (8/10).

“Dalam kondisi perekonomian kurang bagus seperti sekarang, keberadaan UMKM tetap eksis dan mampu bersaing untuk menjadi penggerak ekonomi di daerah masing-masing,” kata Pelaksana Harian Sekretaris Daerah Jateng Djoko Sutrisno saat memberi sambutan seusai penandatanganan kerjasama penjaminan kredit.

Menurut dia, UMKM dengan beragam produk baik kerajinan, sandang, maupun kuliner yang tersebar di 35 kabupaten dan kota banyak menyerap tenaga kerja. Bahkan, menjadi usaha yang berkembang dan tidak terpengaruh kondisi ekonomi makro. Sebab, sebagian besar produk berbahan baku lokal dan tidak sedikit produk UMKM Jateng yang telah menembus pasar luar negeri.

Sejak dideklarasikan pada Februari 2015, PT Jamkrida mampu memfasilitasi penjaminan kredit kepada 2.313 UMKM dengan nilai jaminan Rp41,5 miliar. Selain itu, Jamkrida sedang berusaha memeroleh rekomendasi dari Kementerian Kordinator Perekonomian supaya bisa menjadi salah satu penjamin kredit usaha rakyat (KUR).

“Kami mengucapkan terima kasih atas keberadaan beberapa perusahaan daerah dan BPR yang memfalisiltasi jutaan UMKM di Jateng untuk pengembangan perekonomian. Termasuk, kepada LPDB yang telah menyalurkan dana bergulir Jateng Rp4 triliun atau sekitar 22 persen dari total anggaran untuk seluruh Indonesia sebesar Rp6,1 triliun,” ujarnya.

Deputi Bidang Pembiayaan Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil Menengah Choirul Djamhari mewakili Menteri Koperasi dan UKM mengatakan, pertumbuhan kredit mikro perlu digenjot karena masih berkutat di angka 10.81. Kondisi ini sekaligus sebagai pemicu untuk menyeimbangkan antara penyaluran kredit skala mikro dan komersial.

“Jamkrida Jateng termasuk diunggulkan. Penyaluran LPDB diharapkan merata ke berbagai sector sehingga Jateng semakin maju sebagai daerah lumbung pangan, pusat industri kreatif, dan pusat pengembangan wirausaha baru,” katanya.

Ia menambahkan, saat ini Jateng digadang-gadang sebagai daerah yang mampu memerbesar volume penjaminan dengan cepat. Salah satunya karena adanya pilot project usaha produktif di Kabupaten Kudus.

“Jika program tersebut berhasil, tidak menutup kemungkinan Jamkrida akan terlibat. Bahkan, ini sudah berkembang ke beberapa daerah lain yakni Kabupaten Banjarnegara, Pemalang dan Magelang,” katanya.

Sumber: infopublik.id
Foto: http://intisinergipratama.com/

Tags : belum ada tag
KOMENTAR
Rating
Jawa Tengah - Kota Semarang
Terkini
Si Terpa Daya Jiwa Solusi Bagi Penderita Gangguan ...
17/02/2019 :: Jawa Tengah - Kab Klaten
Aplikasi SimPADU-PMI Sebagai Pelindung Pekerja Mig ...
16/02/2019 :: Jawa Timur - Kota Surabaya
e-FLPP Permudah Kredit Pemilikan Rumah bagi Masyar ...
15/02/2019 :: Dki Jakarta - Kota Jakarta Pusat
Aruna, Aplikasi untuk Bantu Nelayan Indonesia Eksp ...
13/02/2019 :: Kalimantan Barat - Kota Pontianak
Simanja, Inovasi untuk Kinerja ASN
13/02/2019 :: Kepulauan Riau - Kota Tanjung Pinang