Kebijakan Pendidikan Di Sorong Jadi Barometer Bagi Wilayah Lain

12 Oct 2015

SORONG – Kebijakan Bupati Sorong memberikan pendidikan gratis di daerahnya mulai dari tingkat  sekolah dasar hingga ke tingkat SLTA  membuat daerah itu menjadi barometer penentu bagi daerah lain.

“Dengan demikian masyarakat yang ada di daerah sekitarnya tidak sedikit yang berbondong-bondong untuk menyelekolah anaknya di daerah ini,” ujar Adrianus Maga, Kepala Suku Tehit Perwakilan Kabupaten Sorong, Sabtu (10/10).

Menurut Adrianus, ini membuktikan bahwa bupati Sorong memberi perhatian pada masalah pendidikan. Betapa tidak, sejak awal anak-anak masuk sekolah kelas satu SD, SMP dan SLTA diberikan seragam sekolah maupun kelengkapan lainnya.

“Termasuk biaya sekolahnya gratis, yang dibiayai melalui bantuan operasional sekolah daerah (Bosda) APBD setempat, maupun yang bersumber dari dana bantuan operasional sekolah (BOS) dari APBN,” kata Adrianus.

Salah satu realita yang terjadi dan baru pertama kali terjadi di Indonesia, yakni ketika puncak peringatan Hardiknas diselenggarakan di Kabupaten Sorong, tepatnya 10 Mei 2013. Mendikbud saat itu, Mohammad Nuh,  bersama jajarannya turut menghadiri upacara peringatan yang diisi dengan berbagai kegiatan di Kabupaten Sorong.

“Artinya, prestasi besar Kabupaten Sorong diakui secara nasional sebagai bentuk penghargaan dari pemerintah pusat terhadap daerah ini, atas berbagai kemajuan di bidang pembangunan sumber daya manusia,” katanya.

Ia menambahkan, hal ini baru pertama terjadi di wilayah NKRI. Selama ini pada momen peringatan salah satunya Hardiknas, secara nasional puncak peringatannya berlangsung di Jakarta saja.

“Tentu kami di Kabupaten Sorong menjadi barometer dan sorotan yang begitu luar biasa  dari pihak luar atas berbagai perkembangan dan kemajuan daerah ini, salah satunya di bidang pendidikan,” ujarnya.

Bukan itu saja yang Bupati Sorong lakukan. Sekarang ada Fakultas Kedokteran Unipa Kampus II Sorong, bekerjasama dengan Fakultas Kedokteran UI yang mana pada saat ini sudah memasuki tahun kedua.

Kemudian, rencana tahun 2016 ada kerjasama dengan ITB Bandung tentang pendirian Politeknik Sorong, maupun beberapa pusat pendidikan lainnya yang dianggap  memiliki reputasi nasional akan dibangun di daerah ini.

“Mudah-mudahan siapapun yang akan menduduki jabatan bupati Sorong pada periode selanjutnya, harus bisa melanjutkan apa yang telah diperbuat Bupati Stepanus Malak. Jika  tidak dibatasi dengan aturan masa jabatan kepala daerah dua periode,  maka jelas Bupati Stepanus Malak bisa kita katakan  kepala daerah seumur hidup, dan tak lagi  ada rival yang menyainginya,” ujar Adrianus.

Begitu pula pembangunan berbagai sektor lainnya, mendapat perhatian yang sama dari bupati Sorong. Seperti bidang pendidikan, kesehatan, pembangunan kawasan pertumbuhan ekonomi, dan berbagai sektor lainnya terus giat dilakukan sesuai dengan tuntutan kebutuhan daerah.

“Dan itu menjadi tolok ukur kemajuan daerah demi peningkatan kesejahteraan masyarakat di daerah ini pada umumnya, baik sekarang maupun di masa yang akan datang,” katanya.

Sumber: infopublik.id
Foto: https://youreyeonthefuture.files.wordpress.com/ 

Tags : belum ada tag
KOMENTAR
Rating
Papua Barat - Kab Sorong
Terkini
Si Terpa Daya Jiwa Solusi Bagi Penderita Gangguan ...
17/02/2019 :: Jawa Tengah - Kab Klaten
Aplikasi SimPADU-PMI Sebagai Pelindung Pekerja Mig ...
16/02/2019 :: Jawa Timur - Kota Surabaya
e-FLPP Permudah Kredit Pemilikan Rumah bagi Masyar ...
15/02/2019 :: Dki Jakarta - Kota Jakarta Pusat
Aruna, Aplikasi untuk Bantu Nelayan Indonesia Eksp ...
13/02/2019 :: Kalimantan Barat - Kota Pontianak
Simanja, Inovasi untuk Kinerja ASN
13/02/2019 :: Kepulauan Riau - Kota Tanjung Pinang