Pemerintah Luncurkan Tiga Unit Kapal Kenavigasian Buatan Sendiri

06 Nov 2016

JAKARTA – Pemerintah menyambut baik hasil kerja yang ditunjukkan industri galangan kapal lokal yang telah mampu membangun kapal negara kenavigasian.

Hal tersebut dibuktikan dengan diluncurkannya tiga unit kapal negara kenavigasian yang dibangun PT Multi Prima pada Kamis 27 Oktober 2016. Atas kinerjanya tersebut pemerintah meyakini kemampuan galangan kapal lokal akan mampu bersaing dengan industri galangan kapal asing. 

Pelaksanaan peluncuran tiga unit kapal pengamat perambuan ini merupakan tindak lanjut dari penandatanganan kontrak pembangunan tiga unit kapal pengamat perambuan sekitar satu tahun lalu. Kontrak tersebut juga merupakan salah satu tahapan penting dari serangkaian pembangunan kapal kenavigasian yang dibangun oleh galangan kapal PT Multi Prima Batam.

"Kita patut berbangga karena kebutuhan akan kapal di Indonesia bisa dipenuhi oleh industri dalam negeri, termasuk dengan kapal-kapal yang diproduksi di Batam," ujar Direktur Jenderal Perhubungan Laut A. Tonny Budiono, Kamis (27/10).

Tonny menyatakan dirinya yakin kapal hasil buatan galangan kapal di Batam telah memenuhi standar yang telah ditentukan dan tidak kalah dengan kapal buatan negara lain.

"Ini menunjukkan bahwa industri galangan kapal lokal akan terus berkembang dan bersaing karena ke depannya Indonesia masih memerlukan banyak kapal untuk memperkuat armada laut Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI)," kata Tonny.

Lebih lanjut Tonny berpesan kepada galangan kapal PT Multi Prima untuk tetap mengutamakan profesionalitas dan kualitas dalam mengerjakan setiap unit kapal tanpa mengurangi aspek keselamatan dan keamanan kapal itu sendiri.

Sementara itu Direktur Kenavigasian Direktorat Jenderal Perhubungan Laut Bambang Wiyanto menjelaskan, rencana penempatan tiga unit kapal pengamat perambuan itu akan dioperasikan untuk mendukung tugas kenavigasian di Distrik Navigasi Kelas I Tanjung Priok dengan nama KN Enggano, Distrik Navigasi Kelas II Semarang dengan nama KN Karimun Jawa, dan Distrik Navigasi Kelas III Pontianak dengan nama KN Pengiki.

"Pembangunan kapal ini sepenuhnya menggunakan dana APBN senilai kurang lebih Rp102 miliar dan dikerjakan dalam jangka waktu 435 hari kalender. Untuk itu kita semua berharap pembangunan kapal pengamat perambuan ini dapat memberikan manfaat yang besar dalam mendukung keselamatan dan keamanan pelayaran di seluruh perairan Indonesia," ujar Bambang.

Adapun spesifikasi ketiga kapal ini memiliki ukuran panjang 32,4 meter, lebar 6,2 meter, tinggi 3,2 meter, kapasitas tangki bahan bakar ±15 ton, dan dilengkapi dengan tenaga mesin penggerak sebesar 2 x 1450 HP.

 

Sumber: infopublik.id

Foto: www.pocruises.com

 

Tags : belum ada tag
KOMENTAR
Rating