Kisruh Ojek Online VS Angkot, Pengamat UI: Ini Kesempatan Selamatkan Transportasi

24 Mar 2017

DEPOK- Kisruh yang terjadi antara ojek online dan angkutan kota di berbagai tempat semakin memanas. Hal ini membuat Ilmuan Manajemen Inovasi universitas Indonesia (UI), Mohammed Ali Berawi ikut berkomentar.

Ia mengatakan, tawaran kecepatan waktu dan harga yang relatif terjangkau membuat masyarakat berbondong-bondong menggunakan ojek online. Hal tersebut tentunya berdampak pada pendapatan penyedia angkutan konvensional yang turun sampai 50 persen.

Akan tetapi, menurut Ali, tak bisa dipungkiri bahwa yang dibutuhkan masyarakat adalah transportasi cepat, murah, aman dan nyaman.

"Jadi kalau seandainya mau diberlakukan biar fair, bagusnya pemerintah membuat peraturan soal peningkatan standar pelayanan operasional untuk online. Misalnya di sisi aspek keselamatan dan kenyamanan," katanya kepada wartawan, Kamis (23/3/2017).

Ia melanjutkan, dalam penetapan masalah harga, ditentukan oleh marketnya sendiri. Penentuan harga disesuaikan dengan kondisi di lapangan sesuai kebutuhan masyarakat. "Jadi biar marketnya sendiri yang menentukan harganya, karena kalau intervensi pemerintah bisa jadi lebih mahal dan jadi masyarakat yang menanggung bebannya," jelasnya.

Saat ini mau tidak mau keberadaan ojek online harus diatur dengan adanya azas legal. Pemerintah mengatur lewat aspek keselamatan. Misalnya menentukan adanya asuransi karena probabilitas kecelakaan roda dua lebih tinggi dibanding angkot. "Dengan penentuan harga dari pasar maka jadi kompetitif. Disiasati dengan adanya asuransi misalnya," ungkap Alwi.

Dalam semua aspek, Ali melihat sudah saatnya pemerintah, Organda dan pebisnis ojek online melakukan inovasi. Misalnya pemerintah menyediakan transportasi berbasis rel yang memadai. Organda melakukan inovasi sisi bisnis angkutan yang bisa disesuaikan dengan kemajuan teknologi.

"Harus ada diversifikasi bisnis angkot. Pemerintah harus updating trayek. Jangan-jangan trayek yang saat ini sudah tidak layak lagi dilintasi. Ini adalah momentun untuk perbaikan transportasi Indonesia," pungkasnya

 

sumber: okezone.com

gambar: pojok satu

 

Tags : belum ada tag
KOMENTAR
Rating
Jawa Barat - Kota Depok
Terkini
Kayuh Wooden Bike : Obat Macet dan Solusi Cegah Po ...
15/08/2018 :: Dki Jakarta - Kota Jakarta Pusat
Nozzle Digital, Inovasi Pencegahan Kecurangan SPBU
15/08/2018 :: Dki Jakarta - Kota Jakarta Pusat
Tangan Tuan Takur, Inovasi untuk Mencegah Kematian ...
14/08/2018 :: Kalimantan Selatan - Kab Tanah Bumbu
Charger Ponsel Gratis di Lapangan Monas Persembaha ...
14/08/2018 :: Dki Jakarta - Kota Jakarta Pusat
Mala'Bi, Aplikasi Online Berbasis Android di Provi ...
13/08/2018 :: Sulawesi Barat - Kab Mamuju Tengah