Pengusaha Taksi Harus Bikin Gebrakan Inovasi

24 Mar 2017

JAKARTA – Polemik antara tansportasi eksisting dengan transportasi berbasis aplikasi hanya bisa diselesaikan dengan perubahan yang juga dilakukan oleh perusahaan transportasi konvensional.

Djoko Setijowarno, pengamat transportasi dari Universitas Soegijapranata, Semarang, mengatakan peraturan yang dibuat pemerintah misalnya Peraturan Menteri Perhubungan Nomor 32/2016 tentang Penyelenggaraan Angkutan Orang Dengan Kendaraan Bermotor Umum Tidak Dalam Trayek adalah upaya pemerintah menciptakan iklim persaingan usaha yang sehat.

“Oleh sebab itu, mengapa operator transportasi umum harus berupa badan hukum yang pada praktiknya berupa entry barrier, hanya perusahaan yang berkompeten saja yang bisa masuk ke industri jasa transportasi umum,” ungkap Djoko kepada Bisnis, Kamis (23/3/2017).

Direktur Jenderal Perhubungan Darat Kementerian Perhubungan Pudji Hartanto Iskandar mengatakan beberapa operator transportasi aplikasi sudah melakukan kerjasama dengan perbankan. Namun dengan kesepakatan tarif yang akan dibuat oleh pemerintah daerah maka akan terjadi perubahan.

“Jadi, walaupun ada diskon ya dibatas itu bukan berarti dia harus sampai ke bawah. Itu tidak diatur. Nanti kita sesuai peritnah Pak Menteri, akan ada suspense terhadap peraturan kepala daerah apakah itu tarif atau kuota,” ungkap Pudji.

 

sumber: industri.bisnis.com

gambar: indonesia autoshow

 

Tags : belum ada tag
KOMENTAR
Rating
Dki Jakarta - Kota Jakarta Pusat
Terkini
Kayuh Wooden Bike : Obat Macet dan Solusi Cegah Po ...
15/08/2018 :: Dki Jakarta - Kota Jakarta Pusat
Nozzle Digital, Inovasi Pencegahan Kecurangan SPBU
15/08/2018 :: Dki Jakarta - Kota Jakarta Pusat
Tangan Tuan Takur, Inovasi untuk Mencegah Kematian ...
14/08/2018 :: Kalimantan Selatan - Kab Tanah Bumbu
Charger Ponsel Gratis di Lapangan Monas Persembaha ...
14/08/2018 :: Dki Jakarta - Kota Jakarta Pusat
Mala'Bi, Aplikasi Online Berbasis Android di Provi ...
13/08/2018 :: Sulawesi Barat - Kab Mamuju Tengah