RSUD dr. Iskak Tulungagung, Corong Inovasi di Rumah Sakit

17 May 2018

Penulis: Galih S Mahardhika

Indonesiaberinovasi.com - RSUD Tulungagung telah berdiri sejak zaman Kolonial Belanda, tepatnya tahun 1917. Dokter-dokter yang ada di rumah sakit Tulungagung ini berasal dari lulusan Belanda.

Awal berdirinya untuk memenuhi kebutuhan rumah sakit yang berada di Tulungagung, karena masyarakat menggunakan orang pintar/dukun dalam mengobati penyakitnya.

Setelah kemerdekaan tepatnya bulan Desember 1948, R. Moechtar Prabu Mangkunegoro, Bupati Tulungagung saat itu menunjuk dr. Iskak sebagai pimpinan baru Rumah Sakit Tulungagung.

dr. Iskak adalah dokter lulusan Sekolah Tinggi Kedokteran Jakarta (sekarang fakultas kedokteran UI) yang asli kelahiran Tulungagung.

Setelah dr. Iskak memimpin Rumah Sakit Tulungagung, berbagai cara dilakukan untuk menghidupkan rumah sakit yang kala itu masyarakat nya tidak mampu untuk membayar biaya rumah sakit.

Permasalahan ini menimbulkan bibit-bibit inovasi untuk meningkatkan kualitas rumah sakit, dengan izin Bupati Tulungagung lahan kehutanan diubah menjadi lahan pertanian.

Para warga diajak untuk ikut menanam berbagai bahan pangan, seperti padi dan jagung dengan metode tumpeng sari. Cara tersebut mampu menghidupi 200 pegawai dan memberi makan pasien.

Rumah sakit juga melakukan sendiri penyembelihan sapi, daging hasil penyembelihan dapat dijual dan dikonsumsi untuk lauk pauk pasien.

Tidak sampai disitu, untuk mendapatkan sabun untuk kebersihan selama proses penyembuhan pasien, rumah sakit membuat sendiri sabunnya dengan bahan dari abu dan minyak kelapa.

Inovasi RSUD Tulungagung Hari Ini

Salah satu inovasi yang paling menderang adalah Instalasi Gawat Darurat Moder (Instagram). Sistem yang dibangun oleh Instagram ini menganut modern emergency department, melalui sistem ini para pasien akan mendapatkan penanganan sesuai dengan kondisi gawatnya.

Pemilihan pasien sudah dilakukan pada saat di triase primer (dropzone), pasien yang berada dalam keadaan gawat darurat dimasukkan ke zona kritis.

Pasien yang tidak gawat darurat akan dimasukkan ke traise sekunder dan selanjutnya dikategorikan red zone, yellow zone, dan green zone.

Sistem ini dikatakan modern, karena kecepatan respon yang terukur dan sesuai standar internasional. Pada red zone waktu tanggap secara langsung, yellow zone waktu tanggap 15 menit, green zone waktu tanggap 30 menit, dan waktu untuk melakukan observasi maksimal 6 jam.

Adanya waktu ini mampu meningkatkan kualitas rumah sakit dalam kecekatan dan kecepatan pelayanan.

Sitem ini juga mampu untuk meningkatkan nilai tambah semenjak dibentuknya Tulungagung Emergency Medical Service (TEMS).

Sistem ini akan memusatkan data informasi dari berbagai pihak diantanya Polres, BPBD, Kodim dan Dinas Kesehatan untuk mengetahui setiap kondisi pasien yang masuk.

Adanya sitem TEMS ini, pada saat pasien telah tiba di rumah sakit, akan mendapatkan penanganan sesuai dengan kondisi dari pasien berdasarkan data yang telah masuk.

Semua informasi yang masuk mampu mempehitungkan dengan baik setiap kondisi pasien.

Hasil dari inovasi ini ternyata mampu meningkatkan kepuasaan yang ada dimasyarakat. Berdasarkan laporan suvey kepuasan pasien RSUD dr. Iskak Tulungagung 2016, angkanya terus meningkat dari tahun 2011 sampai 2016.

Sebelum adanya inovasi TEMS ini tahun 2011 angka kepuasaan mencapai 74,51 poin dan menurun di tahun 2012 menjadi 73,68.

Setelah adanya inovasi TEMS, kepuasaan meningkat menjadi 73,88 poin pada tahun 2013, 76,95 poin pada tahun 2014, 78,84 poin pada tahun 2015, dan meningkat pesat menjadi 81,97 poin pada tahun 2016.

Inovasi yang dihadirkan RSUD dr. Iskak Tulungagung ternyata mampu meningkatkan kepuasan bagi para pasien dalam menerima pelayanannya.

Inovasi ini mampu menurunkan angka kematian kurang dari 24 jam, kecacatan permanen, dan hilangnya nyawa pasien. Ditambah masyarakat mudah untuk mengakses Instalasi Gawat Darurat (IGD) mampu meningkatkan pengurangan kematian di wilayah Tulungagung.

Tidak hanya inovasi dalam IGD, RSUD dr. Iskak Tulungagung mampu untuk mengalokasikan dananya mencapai Rp4 Miliar per tahun untuk pasien miskin.

Hal ini yang menjadi titik kekuatannya dalam membantu pasien miskin, padahal tidak mendapatkan dana dari APBD maupun APBN.

Di rumah sakit ini tidak ada cerita pasien ditolak karena miskin, selama bisa menunjukkan Kartu Tanda Penduduk (KTP) dan surat keterangan tidak mampu.

Komitmen RSUD dr. Iskak Tulungagung untuk kemanusiaan tercermin untuk tidak mengambil profit besar. Obat-obat yang digunakanpun hanya obat generic, adanya obat generik mampu menekan biaya bagi pasien dan rumah sakit.

Berbagai pelayanan tersebut telah menggunakan Short Massage Service (SMS). Para calon pasien hanya cukup SMS ke nomor yang tertera di RSUD dr. Iskak Tulungagung, setelah itu petugas rumah sakit akan mengirimkan SMS balasan berupa penjelasan teknis yang harus dilakukan calon pasien.

SMS balasan lengkap dengan nomor antrian, berkas yang dibutuhkan, dan perkiraan waktu pelayanan. Pengiriman dapat H-1 layanan dengan jadwal senin sampai sabtu jam 08.00 – 16.00 WIB.

Penghargaan Inovasi RSUD dr. Iskak Tulungagung

Ada berbagai penghargaan yang diraih oleh RSUD dr. Iskak Tulungagung, dianataranya baru-baru ini dari MarPlus, Inc menganugrahi sebagai “Public Service of The Year 2018” dan “Marketeer of the Year Surabaya Marketing Champion 2018”.

Kepala RSUD dr. Iskak Tulungagung, dr. Supriyanto, Sp.B. penghargaan ini menggambarkan bagaimana rumah sakit daerah mampu mengembangkan inovasi yang setara dengan taraf internasional.

Berbagai inovasi tersebut juga mampu untuk menyelesaikan masalah-masalah terkait teknis di rumah sakit.

Hal ini terbukti sudah ada 138 kabupaten dan kota yang telah mereplikasi program RSUD dr. Iskak Tulungagung yang tergabung dalam National Comand Centre 119 Indonesia.

Pada tahun 2017 Kabupaten Tulungaung menjadi pemenang sebagai Sistem Penanggulangan Pasien Gawat Darurat (SPPGD) terbaik dalam IndoHCF Innovation Award 2017.

Penghargaan ini diberikan atas inovasi yang dilakukan RSUD dr. Iskak Tulungagung dalam mengembangkan inovasi untuk sistem untuk mengklasifikasikan pasien gawat darurat. RSUD dr. Iskak Tulungagung mampu mengalahkan 194 peserta lainnya.

Tidak hanya itu, pada tahun 2016 program Instagram menerima penghargaan sebagai TOP 99 Inovasi Pelayanan Publik dari Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Menpan RB).

Melalui penghargaan ini RSUD dr. Iskak Tulungagung menjadi salah satu corong inovasi dalam bidang kesehatan yang dapat menjadi reference bagi seluruh Indonesia.

Berbagai penghargaan tersebut menjadi bukti bagaimana kuatnya komitmen RSUD dr. Iskak Tulungagung untuk memberikan pelayanan terbaik.

Komitmen ini tercermin dari tingkat angka kepuasaan dan berbagai keinginan daerah untuk mereplikasi sistem yang telah dibangun.

Adanya inovasi ini ddiharapkan mampu memberikan inspirasi bagi daerah lain untuk terus mengembangkan sistem kesehatan yang mampu dijangkau berbagai kelas masyarakat.

Inovasi ini mampu menjadi solusi permasalahan kesehatan di Indonesia yang dimulai dari daerah-daerah di Indonesia.

Tags : belum ada tag
KOMENTAR
Rating
Jawa Timur - Kab Tulungagung
Terkini
Jogjaplan Sebagai Salah Satu Alat Memaksimalkan Si ...
16/10/2018 :: Di Yogyakarta - Kota Yogyakarta
Pocemon Terobosan Baru Polresta Banjarmasin Wujudk ...
15/10/2018 :: Kalimantan Selatan - Kota Banjarmasin
Inovasi Karet Alam untuk Aspal Jalan
15/10/2018 :: Sumatera Selatan - Kab Musi Banyuasin
Pemerintah RI dan Australia Jalin Kemitraan Lewat ...
12/10/2018 :: Nusa Tenggara Timur - Kota Kupang
Inovasi untuk Bawang Merah Murah
13/10/2018 :: Jawa Timur - Kab Probolinggo

Inovasi adalah pembeda antara pemimpin dan pengikut.

Steve Jobs (Founder Apple)