Wah, Ada Inovasi Air Tinja Diolah Menjadi Air Siap Pakai Dalam Setengah Jam!

16 Jul 2018

Indonesiaberinovasi.com, JAKARTABeberapa waktu lalu PD PAL Jaya mulai mengadopsi teknologi canggih dan efisien, dalam mengelola limbah tinja warga Jakarta. Dengan meresmikan berdirinya instalasi Andrich Tech di IPLT Duri Kosambi, Jakarta Barat. 

Inovasi sebuah perangkat yang mampu mengubah limbah tinja menjadi air bersih dalam waktu setengah jam.

Peresmiannya dilakukan Sandiaga Uno, Wakil Gubernur (Wagub) DKI Jakarta. Adapun inovasi tersebut diberi nama PAL-Andrich Tech System, yang berada di pusat instalasi pengelolaan lumpur-tinja milik PD PAL Jaya, untuk mengolah air limbah menjadi air bersih.

Subekti selaku Direktur Utama (Dirut) PD Pal Jaya mengatakan air bersih tersebut bukan ditujukan menjadi air minum. 

Menurutnya lebih ditekankan untuk penggunaan sehari-hari. “Memang air bersih, tapi bukan air minum lah. Jadi memang air bersih yang bisa digunakan untuk utilitas. Untuk nyuci mobil dan lainnya, tapi bukan air untuk diminum,” terangnya.

Menurutnya, perlu sertifikasi terlebih dahulu, untuk menentukan apakah alat tersebut bisa membuat air menjadi layak minum. Meski ia mengatakan ada kemungkinan air olahan dari alat tersebut bisa diminum.

“Kalau air minum orang mikir-mikir. Kalau untuk air minum prosesnya harus ada uji macam-macam. Jadi tak hanya standar air minum, semua diatur dalam Peraturan Menteri (Permen) Kesehatan," jelasnya. PD PAL Jaya mengaku tertarik mengembangkan alat tersebut. Subekti mengatakan alat itu masih dalam tahap uji coba untuk limbah domestik di Jakarta.

"Aplikasi ini untuk limbah domestik kan bermacam-macam. Ternyata saat kita aplikasikan kok bisa, ini nanti yang kita kembangkan," terangnya. Jadi memang harus dikembangkan terus. Ini adalah lompatan lah. Dulu orang memproses air bersih perlu waktu lama, biaya tinggi dan lahan yang luas," tuturnya.

Terkait inovasi ini, perlu diketahui, nama Andrich yang terdengar agak asing sebenarnya gabungan dua nama penemunya, Andri dan Chairunnas. Keduanya lelaki asal Sumatera Barat.

Proses kerja Andrich Tech yaitu ada satu tanki besar, digunakan menampung tinja. Setelah itu, tinja dialirkan ke mesin yang berada dalam satu kontainer. Andri menjelaskan tinja dari tanki itu diberi zat kimiawi dan suspensi udara. Membuat materi padatnya bergumpal dan mengambang.

Setelah mengambang, materi padat disaring dan dibakar agar menjadi pupuk organik. Air tinja dialirkan ke Andrich Tech untuk disaring sekali lagi, agar menjadi air bersih. Polutan yang masih tersisa akan diangkat dengan getaran di alat ini. Sehingga dihasilkan air bersih untuk digunakan kembali, bukan hanya dibuang ke lingkungan.

Air yang dikeluarkan dari pipa di kontainer tidak berwarna alias bening dan tidak berbau. Ketika peresmian, terlihat air ditampung di sebuah bak yang berisi ikan hias. Ikan itu hidup dan berenang dengan baik. Menurut Andri, teknologi ini jauh lebih murah dibanding teknologi pengolahan yang dimiliki PD Pal Jaya saat ini.

Setiap hari IPLT Duri Kosambi menampung 150 kubik limbah tinja. Yang mampu diolah sebanyak 80 meter kubik per hari. Tujuh hari untuk mengubah limbah tinja jadi air yang memenuhi baku mutu, untuk dialirkan ke sungai. Dengan Andrich, limbah yang sama bisa diubah jadi air siap pakai dalam waktu setengah jam.

Andrich Tech dipatok harga Rp1,5 Miliar untuk kapasitas sekitar 80 meter kubik. Di e-catalog, alat sejenis dihargai Rp3 Miliar untuk kapasitas lebih kecil, yakni hanya 40 meter kubik. "Ini karena komponen yang kami gunakan 94 persen berasal dari dalam negeri, jadi lebih murah," ujar Andri.

Subekti menuturkan Andrich Tech sedang dalam tahap sertifikasi dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan. PD Pal Jaya akan segera menjajaki serius dengan pencipta alat tersebut usai sertifikasi terbit.

Kagum melihat kecanggihan teknologinya, membuat Sandiaga berjanji kalau DKI Jakarta akan menambah alat itu hingga 200 unit tiga tahun ke depan. Alat itu bakal ditempatkan di sejumlah pemukiman padat penduduk. "Betul, kami langsung konkret saja, 200 unit. Ini karya anak bangsa, perlu dibela. Saya terinspirasi, kalau kita tidak bela, siapa lagi?" ujarnya.

Sandiaga mengatakan, sementara ini Andrich Tech akan ditempatkan di IPLT Duri Kosambi untuk mengalirkan air hasil olahan ke sawah-sawah yang masih lestari di sekitar IPLT. Ia menambahkan, perlu sedikit pengolahan lagi, agar airnya benar-benar bisa langsung diminum. "Tinggal dikit lagi saja, bisa ini diminum," ucapnya.

Sebelumnya Sandiaga juga mengatakan, PAL-Andrich Tech System merupakan teknologi pengolahan limbah tinja pertama di Tanah Air. Alat ini memiliki keistimewaan dari alat pengolahan tinja lainnya. Keunggulannya, dalam waktu 30 menit bisa mengolah 80 m3 limbah tinja, menjadi 60 m3 air bersih.

"Ini pertama kali. Air tinja yang diolah PD PAL Jaya biasanya lewat suatu proses yang butuh waktu 7 hari untuk jadi air buangan. Ini hanya setengah jam sudah bisa diutilitas, buat menyiram bunga dan toilet," katanya.

 

Foto     : Istimewa

KOMENTAR
Rating
Dki Jakarta - Kota Jakarta Barat
Terkini
Kayuh Wooden Bike : Obat Macet dan Solusi Cegah Po ...
15/08/2018 :: Dki Jakarta - Kota Jakarta Pusat
Nozzle Digital, Inovasi Pencegahan Kecurangan SPBU
15/08/2018 :: Dki Jakarta - Kota Jakarta Pusat
Tangan Tuan Takur, Inovasi untuk Mencegah Kematian ...
14/08/2018 :: Kalimantan Selatan - Kab Tanah Bumbu
Charger Ponsel Gratis di Lapangan Monas Persembaha ...
14/08/2018 :: Dki Jakarta - Kota Jakarta Pusat
Mala'Bi, Aplikasi Online Berbasis Android di Provi ...
13/08/2018 :: Sulawesi Barat - Kab Mamuju Tengah