Blits dan Kasuari : Mobil Listrik dan Hybrid Karya Anak Bangsa Untuk Ajang Paris-Dakar.

09 Aug 2018

Indonesiaberinovasi.com, SURABAYA – Isu pemanasan global terus bergulir, membuat sejumlah pihak berupaya mencari solusinya. Salah satunya melalui inovasi pembuatan kendaraan listrik yang terus bergaung.

Walaupun bisa dikatakan, apabila bicara kendaraan listrik, maka bak jauh panggang dari api. Artinya realisasinya masih teramat jauh. Namun jumlah kendaraan listrik, khususnya inovasi karya anak bangsa terus bertumbuh.

Seperti baru-baru ini mahasiswa Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya, bersama Universitas Budi Luhur tergabung dalam sebuah kolaborasi. Mereka berhasil menciptakan dua buah mobil dan sebuah sepeda motor berbasis listrik.

Uniknya lagi, dua buah mobil tersebut bukan sekadar mobil berbasis listrik pada umumnya. Melainkan mobil ‘dua alam’ yang juga disiapkan untuk ajang Reli Paris-Dakar. Blits nama mobil off-road listrik tersebut, dan Kasuari, yang merupakan mobil off-road bermesin Diesel Hybrid. Serta satu unit sepeda motor listrik bernama E-Moped.

Blits sendiri diklaim 100 persen hasil buatan anak muda Indonesia. Seluruh komponen inti dari mobil listrik ini sudah dikuasai putra-putri Indonesia, dan dibuat secara mandiri. Artinya tak lagi tergantung pihak lain.

“Kami tidak sekadar merakit. Tapi komponen-komponen, mulai dari paket baterai, kontroler dan bodinya didesain sendiri. Sehingga kami membutuhkan waktu pembuatan yang cukup lama,” papar Muhammad Nur Yuniarto, Direktur Eksekutif PUI-SKO ITS Surabaya.

Dalam mengembangkan kendaraan listrik baru ini, tim memerlukan waktu 7-8 bulan, dengan setidaknya 25 orang terlibat dalam proyek pengembangan. Dimana 10 di antaranya adalah engineer dan sisanya mekanik.

“Ada pula mahasiswa dari semua jurusan (terkait). Mulai dari S3, S2, S1, dan D3 juga kami libatkan,” paparnya. Ayuning Fitri Desanti menjadi satu-satunya insinyur perempuan yang terlibat dalam proyek pengembangan mobil listrik Blits dan Kasuari.

Bagi perempuan yang akrab disapa Ayuning itu, berkutat dengan ketenagalistrikan bukanlah sesuatu yang baru. Maklum dia adalah seorang mahasiswi S2 Teknik Elektro ITS Surabaya. 

Untuk proyek ini, menggunakan dana yang berasal dari Universitas Budi Luhur, Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP), Kemristekdikti, Dana Internal Mandiri dari ITS, serta beberapa sumber dana lain.

Oiya, nama Blits sendiri diambil dari singkatan Budi Luhur dan ITS. Walaupun Blits bisa juga berarti kilat. Dengan harapan mobil ini dapat menjadi kilat mobil listrik Indonesia.

Berikut ini spesifikasi Blits dan Kasuari, yaitu untuk Blits 100% Electric, Blits dan Kasuari : Offroad Series, 200 km Range, Made in Indonesia, BLDC Axial 2 x 50 kw, CVT Gearbox, 18650 Li Ion Battery 90 kWh, 350 V, Independent Front & Rear Suspensions.

Foto : Istimewa

Tags : belum ada tag
KOMENTAR
Rating
Jawa Timur - Kota Surabaya
Terkini
Jogjaplan Sebagai Salah Satu Alat Memaksimalkan Si ...
16/10/2018 :: Di Yogyakarta - Kota Yogyakarta
Pocemon Terobosan Baru Polresta Banjarmasin Wujudk ...
15/10/2018 :: Kalimantan Selatan - Kota Banjarmasin
Inovasi Karet Alam untuk Aspal Jalan
15/10/2018 :: Sumatera Selatan - Kab Musi Banyuasin
Pemerintah RI dan Australia Jalin Kemitraan Lewat ...
12/10/2018 :: Nusa Tenggara Timur - Kota Kupang
Inovasi untuk Bawang Merah Murah
13/10/2018 :: Jawa Timur - Kab Probolinggo

Inovasi adalah pembeda antara pemimpin dan pengikut.

Steve Jobs (Founder Apple)