Demi Mencapai SDGs, Menteri PUPR Dorong Inovasi Layanan Air Minum

13 Sep 2018

Indonesiaberinovasi.com, Jakarta - Salah satu tujuan pemerintah adalah untuk mencapainya akses 100 persen akses air minum ke seluruh masyarakat Indonesia. Target ini pun sesuai dengan Rencana Pembangunan Jangka Menengah 2015-2019 dan Suistable Development Goals (SDGs) thaun 2030. Dalam mewujudkan rencana tersebut dibutuhkan berbagai inovasi dan kolaborasi dari pihak-pihak terkait, seperti Pemerintah Daerah, PDAM, BUMN, badan usaha, dan masyarakat.

Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat sebagai pihak yang mendorong inovasi ini, mencanangkan sebuah program 100-0-100. Program ini mewujudkan sebuah pemenuhan target tiga sektor antara lain pemenuhan 100 persen akses layanan air minum, pengurangan daerah kumuh sampai 0 persen, dan memenuhi 100 persen akses sanitasi yang layak pada tahun 2019.

"Di bidang air minum, capaian layanan air minum pada tahun 2017 baru sekitar 72% atau hanya naik sedikit dari 2014. Masih ada gap yang cukup besar dengan sisa waktu kurang dari 2 tahun untuk menambah cakupan akses air minum, baik melalui jaringan perpipaan maupun non perpipaan. Untuk itu, kita butuh lompatan agar target 100% layanan air layak minum dapat tercapai." kata Menteri Basuki dari laman pu.go.id (13/9).

Menurut Menteri Basuki, tren selama 5 tahun terakhir peningkatkan akses air minum mencapai 4,5 persen per tahun. Untuk itu penting sebuah lompatan teknologi untuk mencapai layanan air minum 100 persen. Tidak teknologi yang bermanfaat tetapi juga perlunya sebuah regulasi untuk terciptanya dorongan dari berbagai pihak, untuk itu Menteri Basuki juga ikut dalam penyusunan Rancangan Undang Undang Sumber Daya Air (RUU SDA). RUU SDA ini penting untuk membentuk regulasi terbaik dalam mencapai program 100 persen layanan air minum.

Biaya dan Fasilitas Program

Dana yang dibutuhkan untuk tercapainya 100 persen layanan air minum mencapai Rp253,8 Triliun dengan pembagian 80 persen APBN dan 20 persen APBD. Melihat kondisi dana APBN, perlu adanya kerja sama dengan BUMN dan BUMD untuk menjalankan program ini.

Untuk air minum, KemenPUPR akan membangun beberapa Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) melalui Ditjen Cipta Karya. Adapun SPAM yang dibangun adalah SPAM Regional, SPAM Kawasan, SPAM Perkotaan, SPAM Kawasan Khusus, SPAM Kawasan Rawan Air, dan SPAM Berbasis masyarakat.

Pembangunan SPAM menggunakan skema Kerjasama Pemerintah Badan Usaha (KPBU), dengan berbagai kapasitas diantaranya, SPAM Umbulan dengan kapasitas 4000 liter/detik dan akan melayani 12 juta pendudukan Jawa Timur pada tahun 2019. Selain itu sedang dibangun SPAM Bandar Lampung dengan kapasitas 750 liter/detik yang akan melayani 300 ribu penduduk di Kota Bandar Lampung, dan akan beroperasi pada tahun 2021.

SPAM KPBU yang akan proses pelelangan adalah SPAM Semarang Barat dengan kapasitas 1.000 Liter/detik dan SPAM Jatiluhur 1 dengan 5.000 liter/detik. Untuk SPAM Regional lainnya yang masuk tahap lelang adalah SPAM Regional Jatiluhur 1 dengan kapasitas 5.000 liter/detik.

 

foto: istimewa

Tags : belum ada tag
KOMENTAR
Rating