Beras Analog dari Bonggol Pisang Bagi Penderita Diabetes Melitus

25 Sep 2018

Indonesiaberinovasi.com, SOLO - Tiga mahasiswa Universitas Sebelas Maret (UNS) Solo, Jawa Tengah melakukan inovasi beras analog berbasis bonggol pisang kering.

Beras ini diklaim mereka bermanfaat bagi penderita penyakit Diabetes Melitus. Ketiga mahasiswa tersebut adalah Hana Puspita, Yunita Merlin Tamara, dan Muhamad Rivky Arsito dari Fakultas Pertanian UNS.

Penemuan mereka tersebut terinspirasi dari penelitian bonggol pisang. Karena bonggol pisang memiliki komposisi yang terdiri dari 76% pati, 20% air, 66,2% karbohidrat, protein, dan mineral-mineral yang bisa digunakan sebagai penganti beras.

Selain itu, kelebihan dari bonggol pisang kering, memiliki kandungan kalori yang lebih tinggi dibanding kalori beras (363 kal). Dimana kandungan karbohidrat, lemak, dan protein bonggol pisang kering lebih rendah dibanding karbohidrat beras padi.

“Penyakit Diabetes Melitus itu ancaman ya dan penderitanya semakin meningkat. Kita teliti bonggol pisang ini mampu mencegah berbagai macam penyakit degeneratif. Antara lain Diabetes Melitus, tekanan darah tinggi, dan Obesitas,” ujar Hana.

Pembuatan beras analog berbahan baku bonggol pisang diawali dengan pembuatan tepung bonggol pisang. Tepung bonggol pisang akan dijadikan beras analog menggunakan metode ekstruksi.

Kemudian hasilnya diteliti, karakteristik pada beras analog yang meliputi karakteristik fisik, kimia dan sensori. “Kita potensikan, dimana bonggol pisang dapat didiversifikasikan menjadi beras analog. Indeks glikemik rendah sebagai suplemen makanan pokok bagi penderita penyakit degeneratif,” jelasnya.

Beras analog berbahan baku bonggol pisang diharapkan mampu menjadi suplemen bagi penderita Diabetes Melitus. “Berdasar hasil penelitian dapat disimpulkan, kandungan kimia dalam beras analog bonggol pisang jauh lebih baik dibanding beras padi yang dapat memicu penyakit degeneratif,” tutup Hana.

Foto : Istimewa

 

KOMENTAR
Rating
Jawa Tengah - Kota Surakarta
Terkini
Jogjaplan Sebagai Salah Satu Alat Memaksimalkan Si ...
16/10/2018 :: Di Yogyakarta - Kota Yogyakarta
Pocemon Terobosan Baru Polresta Banjarmasin Wujudk ...
15/10/2018 :: Kalimantan Selatan - Kota Banjarmasin
Inovasi Karet Alam untuk Aspal Jalan
15/10/2018 :: Sumatera Selatan - Kab Musi Banyuasin
Pemerintah RI dan Australia Jalin Kemitraan Lewat ...
12/10/2018 :: Nusa Tenggara Timur - Kota Kupang
Inovasi untuk Bawang Merah Murah
13/10/2018 :: Jawa Timur - Kab Probolinggo

Inovasi adalah pembeda antara pemimpin dan pengikut.

Steve Jobs (Founder Apple)