Penemuan Teknologi RFID untuk Mencegah Pembalakan Liar

28 Sep 2018

Indonesiaberinovasi.com, YOGYAKARTA - Pembalakan liar masih menjadi momok dan pe-er bagi Pemerintah. Baik itu pemerintah daerah maupun pemerintah pusat. 

Kini, berkenaan dengan pembalapan liar, bukan hanya pemerintah yang peduli. Pihak swasta pun bahu-membahu mencoba membantu terkait masalah pembalakan liar yang kian memprihatinkan.

Tim Pengabdian Masyarakat Prodi Sistem Informasi Universitas Atmajaya Yogyakarta, melakukan kegiatan uji coba pendataan pohon dan pemasangan teknologi Radio Frequency Identification (RFID).

Hal itu dilakukan di pohon-pohon kawasan Hutan Rakyat, Desa Sendangsari, Pajangan, Bantul belum lama ini. Pimpinan tim sekaligus ketua Program Studi Sistem Informasi, Flourensia Sapty Rahayu, Kamis (13/9/2018) mengatakan, kali ini berupa kegiatan pengabdian pada masyarakat.

"Merupakan wujud pelaksanaan tugas Tri Dharma Perguruan Tinggi, diadakan dalam bentuk uji coba pendataan aset Petani di Hutan Rakyat," ucap Flourensia Sapty Rahayu.

Ada dua kawasan Hutan Rakyat yang menjadi lokasi uji coba, Yaitu Hutan Rakyat di Desa Sendangsari, Kecamatan Pajangan, Bantul dan Hutan Rakyat di Desa Terong, Kecamatan Dlingo, Bantul.

"Kami memilih dua lokasi ini karena kayu-kayu yang ada di kedua desa ini sudah mendapat sertifikat legal lewat sistem SVLK (Sistem Verifikasi Legalitas Kayu)," ujarnya.

Menurutnya, kegiatan pendataan pohon dan pemasangan RFID dilakukan untuk mempersiapkan petani kelompok Unit Manajemen Hutan Rakyat (UMHR) dalam mengimplementasikan sistem lacak balak.

Adapun lacak balak yaitu sebuah sistem yang dapat digunakan untuk melakukan pelacakan sebuah produk kayu apakah benar-benar berasal dari sumber yang legal dan lestari.

Selain itu, teknologi RFID dipilih karena dinilai tahan lama, termasuk dari cuaca. Dengan adanya teknologi ini dapat dilakukan pembacaan data pohon dengan mudah.

Melalui sistem lacak balak ini, industri dapat melihat dengan mudah potensi dari sebuah desa dan mendapatkan pasokan kayu legal dari desa tersebut. Seiring dengan itu maka otonatis petani juga akan meningkat.

"Contohnya jika anda membeli sebuah kursi kayu, dengan lacak balak anda dapat menelusuri asal kayu yang digunakan, sebagai bahan pembuat kursi itu. Kita bisa mengetahui kayu itu berasal dari mana, milik petani siapa, dan lain sebagainya," bebernya.

Namun demikian, sebelum mengimplementasikan sistem lacak balak, data-data aset petani harus lengkap terlebih dahulu. Untuk itu, 10 (sepuluh) orang mahasiswa dikerahkan sebagai tenaga pendata.

Selain itu mereka juga bekerjasama dengan UMHR Wono Lestari desa Sendangsari serta LSM Arupa (Aliansi Relawan untuk Penyelamatan Alam).

Dalam kesempatan itu Flourensia menjelaskan, kegiatan pengabdian ini masih dilanjutkan dengan pelatihan pendataan pohon, serta penggunaan sistem lacak balak kepada pengurus UMHR Wono Lestari. Sehingga ke depan mereka dapat melakukan pendataan pohon secara mandiri.

Foto : Istimewa

KOMENTAR
Rating
Di Yogyakarta - Kota Yogyakarta
Terkini
NTB Care Bagai Bertatap Muka Langsung Dengan Guber ...
06/11/2018 :: Nusa Tenggara Barat - Kota Mataram
Yuk Kita Ngobrol Dengan Kunang-Kunang
05/11/2018
Presiden Jokowi : Generasi Muda Teruskan Perjuanga ...
11/11/2018 :: Jawa Barat - Kota Bandung
Reformasi Birokrasi Menghemat 41,15 Triliun Rupiah
07/11/2018 :: Dki Jakarta - Kota Jakarta Pusat
Jusuf Kalla: Entrepreneurship Bureaucracy Menghasi ...
07/11/2018 :: Dki Jakarta - Kota Jakarta Pusat

Inovasi adalah pembeda antara pemimpin dan pengikut.

Steve Jobs (Founder Apple)