Para Mahasiswa Ini Percayakan Sistem Mitigasi Bencana Tanah Longsor Kepada Dokter Bensor

05 Oct 2018

Indonesiaberinovasi.com, YOGYAKARTA - Menurut informasi yang ada selama ini, tanah longsor merupakan salah satu bencana yang sering sekali terjadi di Indonesia. 

Seperti data yang disampaikan oleh Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), tercatat dua tahun lalu jumlah kejadian tanah longsor sekitar 261 kejadian.

Jumlah tersebut menduduki peringkat tiga, setelah banjir dan puting beliung. Karena itu sekelompok mahasiswa Universitas Gajah Mada (UGM) Yogyakarta, mencoba menciptakan alat untuk mengurangi risiko terjadinya bencana tanah longsor.

Mahasiswa Universitas Gajah Mada (UGM) yaitu Eka Damayanti, Fathian Hafizhal, Setia Prihatin, Suryo Prakoso, Putra, dan Yuniar Rizki berhasil menciptakan 'Dokter Bensor', sebuah inovasi sistem mitigasi bencana tanah longsor.

Eka dan kawan-kawan menciptakan inovasi ini ialah karena mereka prihatin dengan kondisi daerah yang ada sekarang ini serta untuk mengantisipasi terjadinya tanah longsor maupun meminimalisir jumlah korban akibat bencana tanah longsor.

Inovasi yang diciptakan Eka dan kawan-kawan ini merupakan informasi dari EWS Ekstensiometer, diintegrasikan dengan satu aplikasi berbasis Android yang dapat memberi informasi.

Serta pada Aplikasi itu juga terdapat layanan laporan dari masyarakat, mengenai seberapa besar potensi tanah longsor di lokasi-lokasi yang sering terjadi bencana tersebut.

"Laporan dari masyarakat kepada pemerintah ini sangatlah berguna, karena dapat menjadi jembatan informasi. Masyarakat bisa melaporkan gejala-gejala awal, pada saat akan terjadi bencana tanah longsor di daerah mereka," ujar Eka Damayanti.

Karena itu, menurut Eka, dengan memanfaatkan Android Dokter Bensor, yang bisa diakses dengan mudah oleh masyarakat, kiranya dapat meminimalisir risiko akibat bencana tanah longsor. 

Aplikasi Dokter Bensor dilengkapi dengan beragam menu. Seperti besar pergeseran yang terjadi, edukasi bencana tanah longsor, dan informasi bencana tanah longsor terbaru.

Selain itu juga terdapat informasi link BPBD, lokasi administrasi, kalender mitigasi bencana tanah longsor serta laporan dari masyarakat kepada pemerintah dan Badan Penanggulangan Bencana.

Di samping itu Aplikasi Dokter Bensor juga memiliki peta kerentanan gerakan massa tanah, peta titik penempatan EWS Ekstensiometer yang berisi koordinat, tanggal dan jam, serta tingkat bahaya dari longsor itu sendiri.

Foto : Istimewa

KOMENTAR
Rating
Di Yogyakarta - Kota Yogyakarta
Terkini
Jogjaplan Sebagai Salah Satu Alat Memaksimalkan Si ...
16/10/2018 :: Di Yogyakarta - Kota Yogyakarta
Pocemon Terobosan Baru Polresta Banjarmasin Wujudk ...
15/10/2018 :: Kalimantan Selatan - Kota Banjarmasin
Inovasi Karet Alam untuk Aspal Jalan
15/10/2018 :: Sumatera Selatan - Kab Musi Banyuasin
Pemerintah RI dan Australia Jalin Kemitraan Lewat ...
12/10/2018 :: Nusa Tenggara Timur - Kota Kupang
Inovasi untuk Bawang Merah Murah
13/10/2018 :: Jawa Timur - Kab Probolinggo

Inovasi adalah pembeda antara pemimpin dan pengikut.

Steve Jobs (Founder Apple)