Kabupaten Nunukan Punya Gerbang Emas yang Terbuka Lebar

11 Oct 2018

Indonesiaberinovasi.com, NUNUKAN - Kabupaten Nunukan sebagai salah satu simbol kehormatan Indonesia di hadapan negara lain. Kabupaten yang berbatasan darat langsung dengan Malaysia itu menjadi pintu keluar masuk Tenaga Kerja Indonesia (TKI). 

Memang, hampir sepanjang waktu, ribuan warga negara Indonesia (WNI) masuk dan keluar dari Negeri Jiran Malaysia. Mereka mengadu nasib menjadi TKI. Tak sedikit di antara para TKI itu adalah warga kabupaten atau provinsi lain.

Bukannya membawa devisa. Mereka justru sering membawa masalah. Mulai sakit, telantar, stres, hingga gila berkeliaran di jalan. "Kami harus memberi sebagian anggaran kami untuk para TKI yang jumlahnya banyak,’’ kata Basri, Bupati Nunukan.

Sebenarnya menurut Basri, Pemkab Nunukan yakin sangat mampu memenuhi kebutuhan warga sendiri yang berjumlah sekitar 162 ribu jiwa lebih. 

Bagaimana tidak, Kabupaten dengan luas pengelolaan wilayah laut 1.026,74 kilometer persegi itu merupakan penghasil rumput laut terbesar di Kalimantan Timur dan Kalimantan Utara.

Sebulan setidaknya 1.500 ton rumput laut diproduksi petani. Bahkan, angkanya terus merangkak naik menjadi 2.500 ton dan sekarang mencapai sekitar 30 ribu ton per bulan.

Daerah penghasil rumput laut terbesar di Nunukan adalah Kampung Mamolo, Kecamatan Tanjung Harapan, Nunukan Selatan. Besarnya potensi rumput laut mampu mengangkat peran ibu-ibu sebagai tiang ekonomi keluarga.

"Kami ini punya sumber daya alam, tak hanya seperti daerah lain, tetapi seperti negara lain,’’ kata mantan Dandim 0911 Nunukan tersebut. Basri mencontohkan, adanya tambang emas dengan cadangan hingga 3,6 ton, belum lagi gas dan minyak.

Karena itu, Pemkab seluas 14.247,50 meter persegi itu mampu meluncurkan program untuk mensejahterakan rakyatnya. Namanya adalah 14 program Gerbang Emas.

Antara lain program pemenuhan dokumen kependudukan. Karena untuk wilayah perbatasan, dokumen kependudukan itu punya arti sangat penting. Salah satu di antaranya, menjaga benar agar orang Indonesia tetap Indonesia.

"Bayangkan, kami pernah menemukan orang yang tinggal di Nunukan selama 40 tahun, tapi belum punya KTP dan NIK (Nomor Induk Kependudukan),’’ kata lelaki kelahiran Maros, Sulawesi Selatan ini.

Kalau bukan Warga Negara Indonesia (WNI), kata Basri, lantas mereka warga siapa? Karena itu, semua harus punya Akta Kelahiran dan Kartu Keluarga.

Apalagi, sekarang ada aturan, anak yang tak punya akta kelahiran tidak bisa masuk sekolah. "Bayangkan bagaimana kalau kita tidak memfasilitasi itu? Mereka bisa pindah menjadi Warga Negara lain,’’ tuturnya.

Pemkab Nunukan pun mencari jauh ke pedalaman, menjaga keindonesiaan orang Indonesia. Bupati Basri juga menekankan salah satu program, yakni nikahkan pasangan yang puluhan tahun menikah di bawah tangan. Sudah beranak pinak, tapi ternyata belum punya surat nikah.

Adapula program Nikah Isbat. Semua proses pernikahan dibiayai pemerintah lewat APBD. Pesta-pestanya pun dirayakan menggunakan biaya pemerintah. Termasuk buku nikah. Itu merupakan hak-hak warga negara. Semua benar-benar gratis.

Sebelumnya, calon peserta program Nikah Isbat itu benar-benar diteliti, di-screening dulu. Benar-benar menikah secara sah atau kumpul kebo? Banyak peserta dulu menikah di bawah tangan saat menjadi TKI di Malaysia. 

Kabupaten Nunukan juga punya sederet program kesehatan. Di antaranya, program sungai bersih, rumah sehat komunitas adat terpencil, sarana olahraga di setiap kecamatan, sekolah sehat, dan tim kesehatan jiwa dibentuk dengan SK bupati. Tak heran, Nunukan meraih penghargaan sebagai kabupaten sehat tingkat nasional.

Program andalan lain adalah penyediaan listrik bagi penduduk. Jumlah penduduk yang sudah menikmati aliran listrik dari tahun ke tahun meningkat drastis.

Saat ini aliran listrik telah menjangkau sebagian besar wilayah Kabupaten Nunukan. Sebagian warga bahkan telah mendapatkan listrik secara gratis dari pemerintah.

Foto       : Istimewa

KOMENTAR
Rating
Kalimantan Utara - Kab Nunukan
Terkini
Jogjaplan Sebagai Salah Satu Alat Memaksimalkan Si ...
16/10/2018 :: Di Yogyakarta - Kota Yogyakarta
Pocemon Terobosan Baru Polresta Banjarmasin Wujudk ...
15/10/2018 :: Kalimantan Selatan - Kota Banjarmasin
Inovasi Karet Alam untuk Aspal Jalan
15/10/2018 :: Sumatera Selatan - Kab Musi Banyuasin
Pemerintah RI dan Australia Jalin Kemitraan Lewat ...
12/10/2018 :: Nusa Tenggara Timur - Kota Kupang
Inovasi untuk Bawang Merah Murah
13/10/2018 :: Jawa Timur - Kab Probolinggo

Inovasi adalah pembeda antara pemimpin dan pengikut.

Steve Jobs (Founder Apple)