Mau Tahu Seperti Apa Celana Dalam Wanita Ramah Lingkungan?

29 Oct 2018

Indonesiaberinovasi.com, BOGOR - Siklus bulanan menstruasi pada wanita membuatnya harus menggonta-ganti pembalut secara reguler. Terkadang hal ini cenderung merepotkan. 

Kekhawatiran wanita mengenai darah menstruasi yang tembus ke celana, juga dimanfaatkan sebagai pangsa pasar yang potensial bagi banyak perusahaan pembalut wanita untuk memasarkan beragam produk pembalut terbaru.

Bayangkan pula jika ada jutaan wanita di dunia yang mengganti pembalutnya setiap hari, ada berapa juta limbah pembalut yang mencemari lingkungan?

Mengingat pembalut sekali pakai sekarang banyak terbuat dari plastik yang sulit terdegradasi di alam, lima mahasiswi Diploma Institut Pertanian Bogor ini akhirnya menciptakan celana dalam tanpa pembalut yang ramah lingkungan.

Zahiroh Maulida, satu dari lima mahasiswi pencipta celana dalam ini mengatakan, celana dalam ini akan meminimalkan pencemaran lingkungan serta menghemat biaya dan waktu dari pembalut yang sekali pakai.

Bersama dengan empat orang rekannya yaitu Ajeng Tri Octaviana, Endang Fittri, Anita Indriani, dan Laela Wulandari, dibantu dosen pembimbing Ika Rasmeilliana mulai mewujudkannya.

Zahiroh membuat celana dalam anti pembalut tersebut dengan bahan dasar kain microfleece, microfiber, waterproof breathable (polyurethane laminated) dan kain serat bambu yang nyaman dipakai dan bersifat antibakteri.

Zahiroh mengatakan celana dalam ini mudah menyerap cairan, tak berbahan kimia, dan dapat menjaga kesehatan organ reproduksi wanita. Celana dalam ini juga dapat dipakai sehari-hari dan dipakai kembali dengan mencucinya.

“Dapat mencegah penyakit dari pembalut sekali pakai, kering dan nyaman dipakai saat menstruasi,” katanya. Celana ini punya empat lapisan. Nantinya, darah kotor akan terserap ke dalam lapisan pertama celana yang berbahan microfleece. 

Kain microfleece ini bersifat lembut dan mudah menyerap cairan. Kemudian cairan darah akan terserap masuk ke lapisan kedua yang dibuat dari kain microfiber yang dapat menampung cairan. 

Jangan khawatir darah tembus dan keluar ke celana. Karena lapisan ketiga yang berbahan kain waterproof breathable (polyurethane laminated) akan menahan darah kotor menembus celana.

Sedangkan lapisan terdalam yang menyentuh permukaan kulit terbuat dari serat bambu yang bersifat halus, nyaman, dan aman dipakai. Kandungan serat bambu ini cukup efektif untuk menyerap bau dan bersifat antibakteri.

Celana dalam ini tak punya efek samping apapun. Selain itu, dalam percobaan penggunaan celana dalam anti pembalut ke beberapa wanita, hasilnya para wanita yang menjadi responden merasa nyaman menggunakannya. 

Celana dalam ini juga terbukti mampu menyerap cairan dengan baik dan permukaan kulit cukup kering saat memakainya. Bagaimana ladies, tertarik untuk memakainya?

Foto : Istimewa

KOMENTAR
Rating
Jawa Barat - Kota Bogor
Terkini
Inilah Cara Pemerintah Dorong Inovasi Pembiayaan I ...
21/03/2019 :: Dki Jakarta - Kota Jakarta Pusat
Inovasi Pengurangan Plastik, Bagaimana Indonesia?
12/03/2019 :: Dki Jakarta - Kab Kepulauan Seribu
Inovasi Pembiayaan Infrastruktur Daerah
11/03/2019 :: Dki Jakarta - Kota Jakarta Pusat
Menuju Industri 4.0 Pemerintah Petakan Lima Sektor ...
28/02/2019 :: Dki Jakarta - Kota Jakarta Pusat
Inovasi Energi Terbarukan dari Kabupaten Muba
27/02/2019 :: Sumatera Selatan - Kab Musi Banyuasin