Alhamdulillah, Tanpa Maksud Melangkahi Kuasa Tuhan, Ternyata Lapisan Telinga Tiruan Bisa Dibuat

31 Oct 2018

Indonesiaberinovasi.com, SURABAYA - Apa jadinya jika organ pendengaran tak berfungsi dengan baik? Sebagai salah satu dari 5 (lima) panca indera utama, masalah pada pendengaran dapat menjadi satu hal yang fatal.

Mengingat perannya yang sangat penting. Kerusakan organ pendengaran akan menyebabkan manusia menghadapi masalah komunikasi dalam kegiatan sehari-hari.

Data dari World Health Organization (WHO) menunjukan, tahun 2000 terdapat 250 juta penduduk dunia menderita gangguan pendengaran dan ketulian. Kurang dari setengahnya terdapat di Asia Tenggara, dimana 4,6% di antaranya berasal dari Indonesia.

Salah satu masalah yang sering terjadi pada gangguan pendengaran adalah rusaknya Membran Timpani (lapisan telinga) yang berfungsi sebagai penyalur getaran suara. 

Jika membran itu rusak, suara tak akan didengar maksimal oleh pemiliknya. Dari data dan fakta tadi, 5 mahasiswa Teknobiomedik Universitas Airlangga, Surabaya berinisiatif membuat Membran Timpani Artificial atau lapisan telinga tiruan.

Tim beranggotakan Ditya Hanif, Brillyana Githanadi , Rara Setya, Tarikh Omar, Adita Wardani, serta Dr. Prihartini Widiyanti,. Drg,. Mkes, selaku pembimbing kelompok menambahkan gliserol pada perpaduan komposit Kolagen-Kitosan.

Ini dilakukan sebagai paduan lapisan telinga tiruan yang mereka buat. Penggunaan bahan alami disebabkan biokompabilitas dan sifat bahan yang lebih baik.

Rara sebagai Ketua Kelompok mengatakan, Kolagen merupakan struktur paling penting pada lapisan bagian dalam Membran Timpani, untuk membantu regenerasi jaringan dan sel-sel. 

Lapisan telinga tiruan ini juga telah melalui beragam uji coba, seperti uji kerapatan membran, uji FTIR untuk menentukan kualitas sampel, uji modulus elastisitas, uji MTT Assay, uji anti bakteri, serta uji koefisien serap suara.

Sampel lapisan telinga tiruan ini telah lolos uji coba pemenuhan standar fisik dan mekanik dari gendang telinga. Uji koefisien juga menunjukan, lapisan ini dapat menyerap suara seperti pada Range frekuensi yang dapat didengar manusia hingga 80 dB.

Rara berharap, semoga hasil penelitian yang dilakukannya bersama tim ini, dapat dijadikan acuan penciptaan lapisan telinga tiruan di bidang medis masa mendatang.

Foto : Istimewa

KOMENTAR
Rating
Jawa Timur - Kota Surabaya
Terkini
Inilah Cara Pemerintah Dorong Inovasi Pembiayaan I ...
21/03/2019 :: Dki Jakarta - Kota Jakarta Pusat
Inovasi Pengurangan Plastik, Bagaimana Indonesia?
12/03/2019 :: Dki Jakarta - Kab Kepulauan Seribu
Inovasi Pembiayaan Infrastruktur Daerah
11/03/2019 :: Dki Jakarta - Kota Jakarta Pusat
Menuju Industri 4.0 Pemerintah Petakan Lima Sektor ...
28/02/2019 :: Dki Jakarta - Kota Jakarta Pusat
Inovasi Energi Terbarukan dari Kabupaten Muba
27/02/2019 :: Sumatera Selatan - Kab Musi Banyuasin