Basaba Sebagai Langkah Jitu Menurunkan Angka Kematian Bayi Melalui Peran Ayah

08 Jan 2019

Indonesiaberinovasi.com, PADANG - Lewat inovasi Bapak Sayang Bayi (Basaba) melalui RSUD dr. Achmad Mochtar, Gubernur Sumbar Irwan Prayitno akhirnya menerima penghargaan Top 40 Inovasi Pelayanan Publik 2018. 

Sebuah kompetisi inovasi yang dilaksanakan Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Kemenpan RB) sejak tahun 2014 lalu hingga sekarang. 

Dimana seperti diketahui, tujuan dari kompetisi inovasi tersebut untuk melahirkan inovasi terbaru di masing-masing instansi, dalam mendorong peningkatan pelayanan publik.

Dikatakan Irwan, program Basaba merupakan pemberdayaan peran Ayah atau Bapak dalam upaya menurunkan angka kematian bayi. “Program ini  akan meningkatkan percaya diri sang Ayah dalam merawat Bayi Berat Badan Lahir Rendah (BBLR)," katanya.

Basaba merupakan modifikasi dari Perawatan Metode Kanguru (PMK). Dalam hal ini, perawatan dilakukan melalui kontak langsung kulit Ibu dengan bayi, untuk memberi kehangatan kepada bayi.

Sehingga bayi merasakan seperti di dalam rahim, dan jauh terhindar akibat pengaruh stressor dari luar. Dalam inovasi ini, peran Ibu digantikan oleh sang Ayah.

Pasalnya, terdapat kesulitan menghadirkan Ibu dalam keadaan sakit, kritis, terpisah jauh saat bayi dirujuk, bahkan bisa jadi karena kematian ketika melahirkan.

Irwan menambahkan, Basaba membuat Ayah atau Bapak merasa mempunyai peranan penting, memberikan pengaruh secara psikologis, terhadap perkembangan tumbuh anak.

Menurutnya, program 'Basaba' ini telah mampu menurunkan angka kematian bayi 2,4 persen. Yakni dari 61,7 persen menjadi 59,5 persen. Terutama pada kelahiran BBLR.

Dalam kenyataannya bayi yang memiliki BBLR cenderung rentan dengan situasi di sekitarnya. Di sini  peranan ayah dengan kasih sayang, perlahan-lahan mampu memberi kepercayaan diri anak untuk bertahan dan menjadi normal. 

"Di saat Ibu setelah melahirkan kondisi fisiknya sangat lemah, Bapak dapat berperan lebih besar dalam meningkatkan kesehatan anak dan Ibu," jelas Irwan.

Dikatakannya, ini juga menjadi bagian dari peran bapak yang bertanggungjawab terhadap istri dan anaknya. Selain itu akan memberi keyakinan pembinaan anak sejak dini. Juga mampu menjaga kerukunan dalam sebuah keluarga, sesuai ajaran agama.

Direktur RSUD dr Achmad Mochtar dr. Khairul, Sp.M menyebutkan, inovasi Basaba juga berdampak pada pertumbuhan dan penambahan berat badan sang bayi yang rata-rata mencapai 10-30 gram perhari.

"Rata-rata lama pasien dirawat lebih pendek yaitu dari 5 menjadi 3 hari," ungkapnya. Dijelaskannya, tahun 2017 angka kematian bayi di RSUD dr. Achmad Mochtar Bukittinggi menurun sebesar 60,46 persen, yakni dari 4,3 persen menjadi 2,6 persen. 

"Selain itu angka kematian bayi kurang dari 48 jam juga terjadi penurunan sebesar 61,26 persen. Dimana dari angka semula 3,02 persen menjadi 1,85 persen," urai Khairul.

Dampak lainnya adalah menurut Khairul, stabilisasi suhu tubuh bayi, karena tidak terjadi proses kehilangan panas. Baik melalui radiasi, konveksi, evaporasi, maupun konduksi. Sedangkan dengan inkubator masih terjadi kehilangan panas via radiasi.

BBLR sejauh ini merupakan penyumbang tingginya angka kematian bayi di Indonesia. BBLR merupakan akibat ketidakmatangan berbagai sistem organ, sehingga BBLR butuh adaptasi yang luar biasa, untuk mempertahankan kelangsungan hidupnya.

“Masalahnya seperti hipotermi, sesak nafas, henti nafas, henti jantung, tidak toleransi minum, daya tahan yang rendah, serta kadar gula darah yang tinggi akibat dari stres,” jelasnya.

Sebelumnya, di RSUD Dr. Achmad Mochtar, angka kematian bayi kategori Bayi Berat Lahir Amat Sangat Rendah atau berat badan kurang dari 1.000 gr mencapai 100 persen. 

Diikuti Bayi Berat Lahir Sangat Rendah (BBLSR) yang berat badan 1.000 - 1.500 gr, sebesar 66 persen, kemudian BBLR, dengan berat badan kurang 2.500 gr sebesar 25 persen.

Inovasi Basaba ke depannya akan dikembangkan dengan menyediakan alokasi anggaran, untuk perbaikan ruangan, penambahan peralatan dan pengembangan SDM, sosialisasi ke masyarakat serta stakeholder.

Sosialisasi dapat dilakukan melalui  kegiatan seminar, workshop, petugas magang di Rumah Sakit, studi banding, hingga proses pembelajaran bagi mahasiswa praktek.

“Inovasi ini tentunya sejalan dengan tujuan pembangunan nasional dan SDGs, yaitu menurunkan angka kematian bayi serta kesetaraan gender," pungkas Khairul.

Foto : Istimewa

KOMENTAR
Rating
Sumatera Barat - Kota Padang
Terkini
Cara Inovatif dalam Menangkal Serangan Hoaks di Er ...
15/01/2019 :: Dki Jakarta - Kota Jakarta Pusat
Kelas Ibu Muda Bagai Oase di Puskesmas Padang Pasi ...
11/01/2019 :: Sumatera Barat - Kota Padang
Indonesia Butuh Badan Riset, Teknologi dan Inovasi ...
10/01/2019 :: Dki Jakarta - Kota Jakarta Pusat
NTB: Public Relation Command Center Inovasi Media ...
10/01/2019 :: Nusa Tenggara Barat - Kota Mataram
Wakatobi Menjadi Salah Satu Laboratorium Inovasi y ...
09/01/2019 :: Sulawesi Tenggara - Kab Wakatobi

Inovasi adalah pembeda antara pemimpin dan pengikut.

Steve Jobs (Founder Apple)