Rumpi Masbin Mencerdaskan Masyarakat Pemkab Teluk Bintuni

27 Jan 2019

Indonesiaberinovasi.com, BINTUNI - Pemerintah Kabupaten Teluk Bintuni, Provinsi Papua Barat, memiliki Program Rumah Pintar Masyarakat Bintuni (Rumpi Masbin). 

Melalui inovasi yang masuk Top 99 Inovasi Pelayanan Publik 2018 ini, masyarakat tak hanya belajar baca tulis hitung (calistung), tetapi juga belajar mengoperasikan komputer.

Rumpi Masbin dikelola Dinas Pendidikan Kebudayaan Pemuda dan Olahraga. Pada inovasi ini, ada tiga komponen yang erat berkolaborasi. Yakni sekolah, keluarga/masyarakat, dan pemerintah.

Dimana fokus utamanya adalah, bagaimana meningkatkan kualitas belajar siswa dan kemampuan masyarakat mengembangkan keterampilan yang dimilikinya,” ujar Kadis Dikbudpora Pemkab Teluk Bintuni, Nico Nimbafu.

Dijelaskan, desain Rumpi Masbin tak bisa dimaknai sebagai bangunan fisik semata. Tetapi dimaknai bagaimana melibatkan ketiga komponen tadi dalam sebuah proses pembelajaran. 

Secara proses, kegiatan di Rumpi Masbin diawali dengan rangkaian sosialisasi. Kemudian perekrutan tutor, penalaran dan pendataan literasi sekolah.

Selain itu dilakukan pula penentuan lokasi Rumah Pintar Masyarakat, mobilisasi fasilitas penyusunan silabus Rumah Pintar sesuai kebutuhan disetiap Distrik, peresmian, dan kegiatan evaluasi serta monitoring.

Untuk saat ini, Rumpi Masbin berada di dua distrik yang terindentifikasi memiliki angka buta huruf yang masih tinggi. Kedua distrik tersebut, yaitu Distrik Babo dengan jumlah penduduk 3.801 jiwa.

Sedangkan satu lagi Distrik Weriagar, dengan jumlah penduduk 1.415 jiwa. Untuk jumlah peserta pembelajaran komputer di Rumpi Distrik Babo dan Werigara masing-masing sebanyak 14 orang.

Di Distrik Babo, jumlah pengunjung Rumpi rata-rata 1.232 orang/bulan. Sedangkan di Distrik Weriagar, rata-rata jumlah pengunjung 963 orang/bulan.

Selain itu kesadaran masyarakat akan pentingnya pendidikan juga meningkat. Ditandai meningkatnya partisipasi anak sekolah. Tak jarang para orang tua atau masyarakat umum pun ikut terlibat, dalam aktivitas Rumpi.

Bahkan kehadiran Rumpi Masbin telah menjadi tempat pendidikan alternatif yang mengasyikan bagi anak-anak selain sekolah. Hal ini terlihat dari jumlah anak-anak yang berkunjung sekitar 80 anak per hari. 

“Padahal sebelumnya anak-anak itu hanya bermain-main saja usai waktu sekolah. Atau bahkan ikut orang tua mereka ke kebun ataupun mencari ikan di laut,” imbuh Nico.

Pemilihan Trainer, juga diseleksi ketat. Karena Trainer yang dibutuhkan tak hanya berkemampuan bahasa Inggris, Matematika, literasi dan komputer yang baik, melainkan juga punya kepekaan terhadap masyarakat di wilayah itu.

Nico mengatakan, inovasi Rumpi Masbin ini dapat direplikasi di daerah-daerah lain, sesuai situasi, kondisi dan kemampuan masyarakat itu sendiri.

“Karena konsep rumah pintar memiliki orientasi pada pemberdayaan masyarakat untuk dapat belajar, menambah pengalaman dan keterampilan yang akan berguna bagi kehidupannya,” pungkas Nico. 

Foto : Ilustrasi / Istimewa

KOMENTAR
Rating
Papua Barat - Kab Teluk Bintuni
Terkini
Si Terpa Daya Jiwa Solusi Bagi Penderita Gangguan ...
17/02/2019 :: Jawa Tengah - Kab Klaten
Aplikasi SimPADU-PMI Sebagai Pelindung Pekerja Mig ...
16/02/2019 :: Jawa Timur - Kota Surabaya
e-FLPP Permudah Kredit Pemilikan Rumah bagi Masyar ...
15/02/2019 :: Dki Jakarta - Kota Jakarta Pusat
Aruna, Aplikasi untuk Bantu Nelayan Indonesia Eksp ...
13/02/2019 :: Kalimantan Barat - Kota Pontianak
Simanja, Inovasi untuk Kinerja ASN
13/02/2019 :: Kepulauan Riau - Kota Tanjung Pinang