Jesika Imut Pisan Membuat Masyarakat dan Nelayan Lebih Bahagia

30 Jan 2019

Indonesiaberinovasi.com, JAKARTA - Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) kembangkan inovasi 'one stop service' demi kemudahan masyarakat. Khususnya nelayan mendapat informasi bisnis perikanan, termasuk proses Sertifikasi Karantina Ikan. 

Inovasi berbasis aplikasi Android ini dinamakan 'Jendela Informasi Karantina Ikan dan Mutu Penuh Inspirasi dan Pesan' yang disingkat menjadi nama nan unik, 'Jesika Imut Pisan'.

Nama itu sangat akrab dengan keseharian masyarakat Jawa Barat, khususnya Sunda. Mengingat karena inovasi ini pertama kali diterapkan di Jawa Barat yang menyumbangkan 5,66 % ekspor ikan nasional atau senilai 255,31 juta US Dolar. 

Dengan pemilihan nama tersebut, diharapkan para pengguna inovasi semakin lebih tertarik dan ingin lebih tahu, isi di dalam inovasi yang dibangun KKP tersebut.

“Tuntutan masyarakat perikanan pada era digital adalah mendapatkan layanan yang efektif dan efisien,” ujar Rina, Kepala Badan Karantina Ikan dan Pengendalian Mutu (BKIPM), KKP.

Seiring tuntutan perkembangan jaman, lanjutnya, sistem layanan konvensional harus beralih ke digital, mengingat koneksi internet sudah masuk ke pedesaan. 

"Inovasi ini memudahkan permohonan sertifikasi kesehatan ikan kepada masyarakat, yang melakukan pengiriman ikan dengan menggunakan gadget berbasis android. Sehingga tak perlu melakukan permohonan ke kantor layanan," terangnya.

Ditinjau dari waktu dan tenaga, masyarakat lebih diuntungkan Jesika Imut Pisan ini. Aplikasi ini juga difasilitasi konten, seperti simulasi tarif dan jasa karantina, agar dapat disimulasikan secara mandiri oleh penggunanya sebelum melakukan pengiriman ikan.

Dalam aplikasi Jesika Imut Pisan, juga ada buku elektronik (e-book) yang berisi ‘primbon’ mini penyakit ikan yang sangat diperlukan masyarakat dalam mengatasi ikan sakit. 

Primbon mini mutu ikan yang diperuntukkan masyarakat sebagai tutorial, memilih ikan bermutu dan aman konsumsi. Ada juga layanan chat online yang dijawab secara real time agar bisa melayani keluhan atau informasi lain yang dibutuhkan. 

“Jesika Imut Pisan bisa diakses kapan saja, dimana saja dan oleh siapa saja,” imbuh Rina. Dampak makro setelah adanya inovasi ini menurut Rina yaitu meningkatnya pengguna jasa unit usaha perikanan masyarakat.

"Dari 334 unit (2016) menjadi 518 unit pada 2017. Juni 2018 bertambah menjadi 652 unit usaha. “Total target hingga akhir tahun ini adalah 200 unit, sehingga pengguna jasa menjadi 852 unit usaha,” tegasnya.

Dampak positif lain, makin bertambahnya masyarakat sadar hukum. Terbukti, adanya penyerahan ikan invasif dan berbahaya ke Karantina Ikan Bandung. Empat orang yang menyerahkan, dimana tak pernah terjadi di tahun-tahun sebelumnya.

Sedangkan dampak mikro dari inovasi ini adalah peningkatan pendapatan masyarakat pembudidaya ikan, khususnya ikan hias skala rumah tangga sekitar Rp5.000.000 hingga Rp7.000.000/kapita/bulan. 

Hal ini karena efisiensi biaya transportasi. Semula, petani ikan harus datang ke Bandung untuk ajukan permohonan. Jarak terjauh pulang pergi sekitar 40km, dengan waktu 3 jam perjalanan. Sehingga menghemat  hingga Rp30.000/kali permohonan.

“Jika per bulan kirim ikan sebanyak 20 kali, yang datang ke Bandung 20 kali, berarti setidaknya butuh biaya Rp600.000. Hadirnya aplikasi ini, mereka bisa hemat biaya sebesar itu,” jelasnya lagi.

Sesuai survei terhadap pelanggan, peningkatan pendapatan juga didorong adanya Sertifikat Kesehatan Ikan, sebagai jaminan terhadap konsumen dengan peningkatan 70-100 % dari pendapatan awal. 

Rina menambahkan, Menteri Kelautan dan Perikanan berkomitmen, Jesika Imut Pisan akan dijadikan role model berkelanjutan. Sehingga akan dilakukan perbaikan terus menerus, melalui rencana aksi Tahun 2019. 

Pengembangan itu dengan penambahan Application Base Appstore, Panic Button sebagai tombol reaksi cepat, dan melakukan mentoring ke personil Dinas Kelautan dan Perikanan kabupaten/kota, sebagai Agen Karantina Ikan.

Foto : Istimewa

KOMENTAR
Rating
Dki Jakarta - Kota Jakarta Pusat
Terkini
Si Terpa Daya Jiwa Solusi Bagi Penderita Gangguan ...
17/02/2019 :: Jawa Tengah - Kab Klaten
Aplikasi SimPADU-PMI Sebagai Pelindung Pekerja Mig ...
16/02/2019 :: Jawa Timur - Kota Surabaya
e-FLPP Permudah Kredit Pemilikan Rumah bagi Masyar ...
15/02/2019 :: Dki Jakarta - Kota Jakarta Pusat
Aruna, Aplikasi untuk Bantu Nelayan Indonesia Eksp ...
13/02/2019 :: Kalimantan Barat - Kota Pontianak
Simanja, Inovasi untuk Kinerja ASN
13/02/2019 :: Kepulauan Riau - Kota Tanjung Pinang