Dalang Ki Katon Bisa Menjadi Kotak Sampah Hingga Material Bangunan

09 Feb 2019

Indonesiaberinovasi.com, JAKARTA - Sampah atau limbah karton masih menjadi permasalahan di lingkungan masyarakat. Melalui berbagai solusi diciptakan untuk menanggulangi masalah limbah tersebut agar tidak terus mencemari lingkungan.

Salah satunya adalah inovasi Daur Ulang Kemasan Minuman Karton (Dalang Ki Katon). Dikembangkan Kementerian Perindustrian (Kemenperin), mengubah limbah karton menjadi barang seperti kotak sampah, partikel board, mebel, bahkan bahan bangunan.

Kepala Balai Besar Pulp dan Kertas (BBPK) Badan Penelitian dan Pengembangan Industri, Andoyo Sugiharto, menerangkan, inovasi ini tercipta atas kerjasama dengan PT Tetra Park yang dimulai sejak 2004.

“Kalau semula hanya menjadi produk kertas dan karton, kini bisa menjadi partikel board, atap, mebel, kotak sampah, stationary, bahan bangunan, dan sebagainya,” jelas Andoyo.

Dasar pemikiran diciptakannya inovasi ini adalah sesuai data dari Kementerian Lingkungan Hidup, dimana timbunan sampah di lima provinsi besar di Indonesia pada tahun 2000 sebesar 34 juta ton.

Ironisnya, pada tahun 2004 naik menjadi 35,41 juta ton, dan pada tahun 2019 diproyeksikan akan naik menjadi 64 juta ton. Dari data tersebut 0,1% atau 64 ribu ton adalah sampah dari kemasan minuman karton.

BBPK dan PT Tetra Pak memisahkan setiap lapisan yang ada di dalam kemasan minuman karton, dengan memodifikasi peralatan proses pembuatan pulp skala pilot yang sudah ada, dan mengatur kondisi proses daur ulang.

Dimana kondisi proses daur ulang itu seperti konsistensi, suhu, waktu dan konsumsi energi yang tepat. Kemudian setelah itu dibuat prototipe peralatan yang lebih sederhana. 

Antara lain hidropulper, saringan, alat uji klasifikasi serat, alat pembuatan lembaran, pemotong kemasan gulungan, dan mesin rotary drum screen yang telah dirancang untuk keperluan proses daur ulang.

Menurut Andoyo, sampah yang berasal dari minuman kemasan karton sebenarnya memiliki nilai tinggi dan masih belum banyak diketahui masyarakat. 

Dengan 'Dalang Ki Katon', sampah itu bisa diolah menjadi barang yang memiliki nilai ekonomi. “Proses pemisahan tersebut dilakukan dengan teknologi yang sederhana tanpa penggunaan bahan kimia,” imbuhnya.

Proses daur ulang minuman kemasan karton yang dilakukan adalah kemasan minuman dimasukkan ke dalam hidropulper dengan konsistensi 8-10%, suhu kamar, dan selama lebih kurang 45 menit. 

Selama proses hidropulping berlangsung, kemasan minuman akan berubah menjadi bubur pulp (serat) yang bercampur dengan alufoil dan plastik.

Komponen serat diolah kembali menjadi produk kertas dan karton, misalnya bahan kertas kantong semen, dan bahan kertas kraft lainer, insole sepatu, bahan kertas untuk alat tulis, dan produk kertas lainnya. 

Sementara komponen alufoil dan plastik diolah menjadi partikel board, atap gelombang, bahan dasar mebel, dinding partisi dan lain-lain.

Bahkan, jelas Andoyo, awal tahun 2018 sudah didirikan rumah baca di Cirebon dengan sebagian besar material menggunakan bahan hasil daur ulang ini, misalnya atap gelombang, papan lapisan, kursi, meja hingga kabinet. 

“Hal ini tentunya membuktikan bahwa meskipun terbuat dari daur ulang, hasilnya tetap kuat, aman, dan nyaman untuk digunakan,” tegasnya.

Untuk mendukung replikasi daur ulang ini, pada Industri Kecil dan Menengah (IKM) didirikan Pusat Inovasi Daur Ulang Kemasan kertas Tetra Pak di BBPK Bandung.

Pusat inovasi ini sebagai fasilitas konsultasi, penyuluhan, pelatihan daur ulang dan penciptaan produk hasil daur ulang. Daur ulang minuman kemasan karton telah diimplementasi ke beberapa IKM, seperti PT Jayantara Sakti (2010) dan PT Leo Graha Sukses Primatama (2011). 

Potensi penerapannya di IKM masih sangat besar jika dilihat dari jumlah sumber kemasan minuman karton yang beredar di Indonesia sebagai bahan baku, yaitu sebesar 60 ribu ton pada tahun 2017.

"Potensi ekonomi dan potensi pasar untuk pemenuhan bahan baku industri pulp dan kertas, industri kreatif, furnitur, alat tulis, dan lain-lain. “Sehingga daur ulang ini diharapkan dapat mendorong tumbuhnya IKM-IKM baru,” pungkasnya.

Foto : Istimewa

KOMENTAR
Rating
Dki Jakarta - Kota Jakarta Pusat
Terkini
Si Terpa Daya Jiwa Solusi Bagi Penderita Gangguan ...
17/02/2019 :: Jawa Tengah - Kab Klaten
Aplikasi SimPADU-PMI Sebagai Pelindung Pekerja Mig ...
16/02/2019 :: Jawa Timur - Kota Surabaya
e-FLPP Permudah Kredit Pemilikan Rumah bagi Masyar ...
15/02/2019 :: Dki Jakarta - Kota Jakarta Pusat
Aruna, Aplikasi untuk Bantu Nelayan Indonesia Eksp ...
13/02/2019 :: Kalimantan Barat - Kota Pontianak
Simanja, Inovasi untuk Kinerja ASN
13/02/2019 :: Kepulauan Riau - Kota Tanjung Pinang