Kabinet Arabika Ciptakan Produk Kopi Lokal Tampil Optimal

11 Feb 2019

Indonesiaberinovasi.com, SURABAYA - Menikmati hangatnya secangkir kopi belakangan ini menjadi salah satu gaya hidup masyarakat urban. 

Lihat saja, begitu menjamurnya kedai kopi dimana-mana. Tentunya hal ini juga menjadi salah satu kesempatan mempopulerkan kopi asli Indonesia. Provinsi Jawa Timur yang punya potensi kopi, tak mau menyia-nyiakan kesempatan itu. 

Dinas Perkebunan Provinsi Jawa Timur berupaya menciptakan kopi Arabika yang berkualitas kelas dunia, dengan membangun Kabinet Arabika. 

Yakni Kolaborasi Pembinaan Ekonomi Terpadu Kopi Arabika (Kabinet Arabika). Kabinet ini dibangun di tengah-tengah masyarakat Situbondo, khususnya kawasan Kayumas. Agar produk kopi lokal bisa optimal dan dapat mengambil hati masyarakat. 

Inovasi yang masuk dalam Top 99 Inovasi Pelayanan Publik 2018 ini memberi nilai tambah pada petani kopi, khususnya Arabika. “Pilihannya Arabika, karena pasarnya lebih bagus, dua setengah kali lipat dari kopi Robusta,” ujar Gubernur Jawa Timur Soekarwo, beberapa waktu lalu.

Namun, kopi Arabika memerlukan persyaratan budidaya yang relatif rumit. Mulai pembenihan, On Farm, budidaya di kebun hingga penanganan pasca panen dan pengolahan hasilnya. 

Lelaki yang akrab disapa Pakde Karwo ini mengatakan, sejauh ini masih banyak ditemui permasalahan dalam budidaya kopi Arabika, sehingga perlu pembenahan dari hulu sampai hilir. 

Melalui inovasi Kabinet Arabika, program penyuluhan, pendidikan, latihan, pendampingan berkelanjutan, dan bantuan alat/mesin pengolah kopi digalakkan. 

Program ini mulai dilaksanakan sejak 2011, dan hingga saat ini, sudah meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui perputaran roda ekonomi yang bergerak relatif cepat. 

Mutu kopi lokal Kayumas Situbondo makin bagus dan terjamin. Pasar yang disentuh makin luas, bahkan hingga ke luar negeri.  Malah kopi Kayumas Situbondo sering meraih predikat terbaik, dalam festival kopi di level nasional bahkan internasional.  

Sejauh ini Kabinet Arabika membuat para petani mandiri. Pihak Dinas Perkebunan sekadar melakukan monitoring rutin, selain tetap memberi bantuan-bantuan yang diperlukan. Tapi, secara garis besar, para petani sudah bisa mengatasi masalah sendiri. 

Program Kabinet Arabika ini telah direplikasi di sejumlah daerah. Antara lain, Bondowoso, Jember, Probolinggo, Pasuruan, Lumajang, dan Tulungagung. 

Foto     : Istimewa

KOMENTAR
Rating
Jawa Timur - Kota Surabaya
Terkini
Inilah Cara Pemerintah Dorong Inovasi Pembiayaan I ...
21/03/2019 :: Dki Jakarta - Kota Jakarta Pusat
Inovasi Pengurangan Plastik, Bagaimana Indonesia?
12/03/2019 :: Dki Jakarta - Kab Kepulauan Seribu
Inovasi Pembiayaan Infrastruktur Daerah
11/03/2019 :: Dki Jakarta - Kota Jakarta Pusat
Menuju Industri 4.0 Pemerintah Petakan Lima Sektor ...
28/02/2019 :: Dki Jakarta - Kota Jakarta Pusat
Inovasi Energi Terbarukan dari Kabupaten Muba
27/02/2019 :: Sumatera Selatan - Kab Musi Banyuasin