Three Wonderful Journey Hutan Kota Kemayoran

08 Feb 2019

Indonesiaberinovasi.com, JAKARTA - Kementerian Sekretariat Negara melakukan inovasi yang dinamakan Three Wonderful Journey Hutan Kota Kemayoran, dan berhasil masuk Top 99 Inovasi Pelayanan Publik 2018. 

Melalui inovasi ini, kini hutan kota seluas 12 Ha ini menjadi Ruang Terbuka Hijau (RTH) berkelanjutan, sebagai sarana rekreasi, dan edukasi masyarakat, serta sarana konservasi.

Sejak tahun 2016, mulai dilakukan penataan dan penambahan fasilitas fisik. Pertama adalah membuat perjalanan di rawa, setelah itu ekspedisi hutan, dan adventure di danau. 

Semua fasilitas bisa digunakan masyarakat secara bebas, juga untuk fasilitas komersial lain. “Mungkin nanti sebagian bisa untuk pre-wedding, meeting hingga launching produk baru,” ujar Dwi Nugroho, Dirut Pusat Pengelolaan Komplek Kemayoran (PPKK), .

Masyarakat sekitar pun terlibat dalam pemeliharaan hutan kota, melalui Rencana Pembangunan Terpadu. Inovasi ini berdampak mengurangi degradasi lingkungan kota, sebagai penampungan air yang dapat membantu menyelesaikan banjir kota. 

Dampak positif lainnya, membantu menjaga keseimbangan ekosistem, dengan kehadiran kembali burung-burung yang sempat menghilang dari hutan kota. 

Pemanfaatan hutan kota ini juga sebagai pusat kegiatan komunitas, yang bermanfaat bagi publik, dan sarana edukasi bagi masyarakat umum. Mengenai lingkungan maupun civitas akademika dalam melakukan penelitian.

Perlu diketahui, inovasi ini dilatarbelakangi kenyataan Jakarta hanya memiliki RTH di kisaran 9-10%. Padahal, menurut UU No. 26 Tahun 2007 tentang Penataan Ruang, setiap kota di Indonesia wajib memiliki RTH publik seluas 30%. 

Sesuai arahan Menteri Sekretaris Negara, revitalisasi Hutan Kota Kemayoran ini dilakukan bekerjasama dengan berbagai komunitas pecinta lingkungan, instansi pendidikan, dan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta. 

Dimulai dari pengerukan sedimentasi lumpur, pembersihan eceng gondok, dan sampah secara rutin, hingga perbaikan sistem pemeliharaan, dengan mengikutsertakan masyarakat secara aktif. 

Semula, kawasan hutan kota yang letaknya berdekatan dengan pemukiman penduduk itu tak terawat dengan baik. “Dengan inovasi ini, kini Hutan Kota Kemayoran menjadi RTH berkelanjutan,” imbuh Dwi.

Dwi menegaskan, untuk keberlanjutan inovasi ini perlu melakukan monitor secara berkala, untuk menjaga lingkungan hutan kota, serta melakukan pengembangan secara terus menerus.

Baik itu dari segi lahan hijau, maupun sarana dan prasarananya. Serta, secara aktif mengajak masyarakat berpartisipasi dalam keberlangsungan program ini untuk jangka panjang.

Menurut Dwi program ini dapat direplikasi dari segi konsep revitalisasi lahan pasif, yang diubah menjadi fasilitas pendidikan dan rekreasi aktif bagi masyarakat. 

Penerapan sistem ini dapat dilaksanakan di seluruh kota di Indonesia, baik itu oleh pihak pemerintah maupun swasta. “Apalagi kebutuhan ruang terbuka hijau sangat tinggi, di tengah maraknya pembangunan di Indonesia,” tutupnya.

Foto      : Istimewa 

KOMENTAR
Rating
Dki Jakarta - Kota Jakarta Pusat
Terkini
Inilah Cara Pemerintah Dorong Inovasi Pembiayaan I ...
21/03/2019 :: Dki Jakarta - Kota Jakarta Pusat
Inovasi Pengurangan Plastik, Bagaimana Indonesia?
12/03/2019 :: Dki Jakarta - Kab Kepulauan Seribu
Inovasi Pembiayaan Infrastruktur Daerah
11/03/2019 :: Dki Jakarta - Kota Jakarta Pusat
Menuju Industri 4.0 Pemerintah Petakan Lima Sektor ...
28/02/2019 :: Dki Jakarta - Kota Jakarta Pusat
Inovasi Energi Terbarukan dari Kabupaten Muba
27/02/2019 :: Sumatera Selatan - Kab Musi Banyuasin