e-FLPP Permudah Kredit Pemilikan Rumah bagi Masyarakat Berpenghasilan Rendah

15 Feb 2019

Indonesiaberinovasi.com, JAKARTA - Bagi masyarakat yang ingin segera memiliki hunian, kini lebih dipermudah dengan program Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan secara elektronik (e-FLPP). 

Selama tiga tahun diterapkan, jumlah bank pelaksana juga meningkat. Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR) juga bisa mencicil Kredit Pemilikan Rumah (KPR) dengan bunga hanya 5 persen.

Inovasi e-FLPP dari Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) masuk Top 99 Inovasi Pelayanan Publik 2018. Melalui inovasi ini, proses pengiriman data debitur yang akan melakukan KPR menjadi lebih sederhana.

Kalau sebelumnya harus diverifikasi, dan dikirim kembali melalui e-mail dalam bentuk excel, prosesnya memakan waktu cukup panjang, karena verifikasi data bisa mencapai satu minggu. 

Dengan inovasi ini, bank pelaksana dapat mengunggah data secara otomatis, dengan sistem yang terintegrasi oleh Kementerian PUPR yang kemudian akan diolah. Bank pelaksana bisa mengunggah data dengan token e-FLPP yang dijamin keamanannya.

Secara otomatis, sistem akan melakukan cek data kependudukan pada server Dukcapil Kemendagri. Selanjutnya, sistem secara otomatis mengecek data debitur.

Antara lain NIK, NPWP, nomor rekening, NIK pasangan, gaji pokok, harga rumah, alamat agunan, kode pos, luas tanah dan bangunan, dan cek duplikasi terhadap database debitur, yang sudah mendapat bantuan pembiayaan perumahan.

Data yang lolos pengujian, selanjutnya diproses untuk pencairan dana FLPP. “Dulu bisa memakan waktu satu minggu, kini hanya tiga hari,” imbuh Lana Winayanti, Dirjen Pembiayaan Perumahan Kementerian PUPR.

Lewat sistem yang diterapkan sejak tahun 2016 ini, proses pengujian data untuk 8.000 calon debitur, dapat diselesaikan hanya dalam waktu tiga jam saja. 

Bagi developer, dapat dengan segera menerima dana dari pihak perbankan. Sehingga dapat meningkatkan gairah dunia properti. Tidak seperti proses sebelumnya, yang tidak sesuai antrian, e-FLPP memiliki tagline ‘First Come, First Serve’.

Penerapan sistem ini dapat mengurangi adanya human error dalam pengujian data calon debitur, tertib administrasi, maupun mengurangi resiko penyalahgunaan data, termasuk pemalsuan KTP. 

“Selain itu, berkontribusi terhadap update data kependudukan, melalui hasil console sistem e-FLPP,” jelas Lana. Selama tiga tahun penerapan e-FLPP, jumlah bank pelaksana juga meningkat. 

Pada tahun 2016, ada 25 bank yang melaksanakan FLPP. Kemudian, naik di tahun 2017 menjadi 32 bank, dan meningkat lagi di tahun 2018 menjadi 40 bank. 

Sistem ini telah mendapatkan penghargaan sebagai Lembaga Pemerintah dengan Program Perumahan Paling Inovatif dalam acara Real Estate Creative Award (RCA) Tahun 2017 yang digagas oleh DPD REI DKI Jakarta.

Menurutnya ini akan dikembangkan, dan segera direplikasi lebih luas. “Sistem sudah direplikasi Satuan Kerja Ditjen Pembiayaan Perumahan Kementerian PUPR, untuk pengujian data calon debitur penerima Subsidi Selisih Bunga (SSB),” pungkas Lana. 

Foto : Istimewa

KOMENTAR
Rating
Dki Jakarta - Kota Jakarta Pusat
Terkini
Inilah Cara Pemerintah Dorong Inovasi Pembiayaan I ...
21/03/2019 :: Dki Jakarta - Kota Jakarta Pusat
Inovasi Pengurangan Plastik, Bagaimana Indonesia?
12/03/2019 :: Dki Jakarta - Kab Kepulauan Seribu
Inovasi Pembiayaan Infrastruktur Daerah
11/03/2019 :: Dki Jakarta - Kota Jakarta Pusat
Menuju Industri 4.0 Pemerintah Petakan Lima Sektor ...
28/02/2019 :: Dki Jakarta - Kota Jakarta Pusat
Inovasi Energi Terbarukan dari Kabupaten Muba
27/02/2019 :: Sumatera Selatan - Kab Musi Banyuasin