Intip Daqu, Ketika Semua kekayaan Intelektual Dikelola Secara Online

18 Feb 2019

Indonesiaberinovasi.com, JAKARTA - Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) berhasil menempatkan inovasinya dalam Top 99 Inovasi Pelayanan Publik 2018, yakni 'Intip Daqu'. 

Singkatan dari Information Tracer of Intellectual Property and Document Accountability Inquiry. Inovasi yang bisa mendongkrak perolehan paten serta PNBP, dan ditujukan mengelola semua hal terkait kekayaan intelektual secara online. 

Diluncurkan pada 2014, inovasi ini berbasis Open Source, dan berkonsep sebagai media berbagi informasi teknologi. Berupa hasil penelitian LIPI yang telah mendapat perlindungan kekayaan intelektual. 

Kepala LIPI L.T Handoko menerangkan, platform ini merupakan satu-satunya media pengelola kekayan intelektual secara online dan terintegrasi. Sehingga masyarakat dapat mengaksesnya selama 7 x 24 jam dalam seminggu. 

Selain media informasi, inovasi ini juga meningkatkan jumlah produktivitas lisensi dan paten di LIPI. Target Handoko, dengan aplikasi ini jumlah invensi atau penemuan baru semakin meningkat, baik paten, hak cipta, merek, hingga desain industri.  

“Saat ini tercatat sudah ada 697 paten LIPI. Sebanyak 103 paten sudah tersertifikasi, 163 sudah dipublikasi, 33 paten masih terdaftar, dan ratusan paten lainnya masih dalam pemeriksaan substantif,” jelasnya.

Saat inovasi Intip Daqu diluncurkan tahun 2014, produktivitas meningkat dari 29 paten pada tahun 2013 menjadi 43 paten.  Jumlahnya terus meningkat.

Tahun 2016 mencapai 81 paten, dan 2017 meningkat pesat hingga 159 paten. “Rekam intelektual yang diproses meningkat 365 % dari 2014 - 2017. Paling banyak di bidang teknik dan hayati, yang mengakses juga peneliti dan kalangan industri,” ujarnya.

Intip Daqu juga menyumbangkan 15 lisensi kekayaan intelektual berupa perlindungan varietas tanaman dan  rahasia dagang. Bahkan, Intip Daqu turut menyumbangkan Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) sebanyak Rp 2,735 miliar.

Platform ini, menurut Handoko, mudah untuk direplikasi, sehingga dimungkinkan institusi lain untuk mengimplementasikannya.  Saat ini, sudah ada sembilan instansi yang menjadi mitra LIPI dalam penggunaan Intip Daqu.

Termasuk di dalamnya, Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (LAPAN), Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI), dan sejumlah perguruan tinggi.

Tercatat lebih dari 2.110 organisasi mengaksesnya. Seperti Universitas Indonesia (UI), Universitas Gajah Mada (UGM), Telkom University, The University of Melbourne, Universiteit Gent dari Belgia, UNSW Sydney, hingga HSBC Bank dan Facebook.

Inovasi ini juga dilengkapi pertahanan digital, mencegah serangan siber yang dilakukan pihak tak bertanggungjawab. Dalam waktu dekat, LIPI akan mengembangkan Intip Daqu versi mobile, dan menambah pemakai dari institusi lainnya.

Data kekayaan intelektual nasional juga tentunya akan terus diintegrasikan. Valuasi Aset Tak Berwujud (ATB) nantinya juga akan dilakukan secara online.

Intip Daqu menunjukkan LIPI tengah mengimplementasikan konsep Open Government. Dimana semua sumber informasi bisa diakses publik. Peningkatan daya saing masyarakat juga diharap meningkat dengan adanya inovasi ini.

“Peningkata daya saing masyarakat Indonesia secara masif, yang tentunya dapat serta-merta berimbas pada peningkatan perekonomian nasional,” pungkas Handoko.

Foto : Istimewa

KOMENTAR
Rating
Dki Jakarta - Kota Jakarta Pusat
Terkini
Inilah Cara Pemerintah Dorong Inovasi Pembiayaan I ...
21/03/2019 :: Dki Jakarta - Kota Jakarta Pusat
Inovasi Pengurangan Plastik, Bagaimana Indonesia?
12/03/2019 :: Dki Jakarta - Kab Kepulauan Seribu
Inovasi Pembiayaan Infrastruktur Daerah
11/03/2019 :: Dki Jakarta - Kota Jakarta Pusat
Menuju Industri 4.0 Pemerintah Petakan Lima Sektor ...
28/02/2019 :: Dki Jakarta - Kota Jakarta Pusat
Inovasi Energi Terbarukan dari Kabupaten Muba
27/02/2019 :: Sumatera Selatan - Kab Musi Banyuasin