Gara-gara Sipil Doyan Jalan, Antrean Pasien di RSUD Koja Berkurang

19 Feb 2019

Indonesiaberinovasi.com, JAKARTA - Demi mengoptimalkan layanan bagi masyarakat, Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Koja, Jakarta Utara menerapkan inovasi Sistem Pilih Dokter dan Waktu Pelayanan Pasien Rawat Jalan (Sipil Doyan Jalan). 

Sejak diimplementasikan April 2017, terobosan yang masuk Top 99 Inovasi Pelayanan Publik 2018 ini berhasil memangkas waktu pendaftaran, dari 6 menit menjadi 20 detik, serta waktu menunggu pendaftaran dari 60 menit menjadi 5 menit.

Inovasi Sipil Doyan Jalan ini menggunakan teknologi informasi, untuk alur proses pelayanan rawat jalan dalam rangka mengurangi antrean pasien.

“Sistem pelayanan dengan self e-Registration dan melakukan integrasi sistem dengan P. Care milik BPJS Kesehatan, yakni Sipil Doyan Jalan,” ujar Theryoto, Direktur RSUD Koja.

Inovasi ini berawal dari pelaksanaan program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) sejak tahun 2014. Dampaknya, terjadi peningkatan jumlah kunjungan pelayanan rawat jalan di RSUD Koja. 

Yang mana sebelumnya, rata-rata jumlah kunjungan 500 sampai dengan 600 pasien, meningkat mencapai 800 sampai dengan 1.200 pasien setiap hari.

Akibatnya, berbagai macam permasalahan pun timbul. Mulai dari proses pendaftaran pasien yang dilakukan secara manual, hingga mengakibatkan antrean panjang.

Selain itu, Surat Eligibilitas Peserta (SEP) masih memerlukan legalisasi secara manual oleh petugas BPJS Kesehatan. Dan pasien pun tidak mendapatkan kepastian waktu, dan nama dokter yang akan memeriksanya.

Inovasi Sipil Doyan Jalan menggunakan Anjungan Daftar Mandiri (ADM) RSUD Koja, yang merupakan tempat/kios mesin pendaftaran. Didesain sedemikian rupa, dan dilengkapi dengan peralatan teknologi informasi. 

Aplikasi ini tentunya dapat memudahkan pasien, untuk mendaftarkan diri. Dengan memilih waktu pelayanan yang diinginkan, dan dokter yang akan memeriksa.

ADM dapat mencetak kertas nomor antrean periksa dokter, dan SEP, yang dilengkapi nomor rujukan pasien, serta formulir resume medis. Merupakan dokumen pendukung, untuk pelaksanaan klaim pelayanan terhadap BPJS Kesehatan. 

“SEP tak lagi memerlukan legalisasi petugas BPJS Kesehatan. Karena nomor rujukan pasien yang tertera, sudah terintegrasi antara server RSUD Koja dan server BPJS Kesehatan,” imbuh Theryoto.

Langkahnya, pasien mendaftarkan diri pada ADM. Caranya dengan melakukan Tapping bagian barcode Kartu JKN-KIS pada Scanner. Lalu pilih Klinik, dan waktu pelayanan, serta dokter yang sesuai keinginan pasian pada layar monitor. 

Selanjutnya akan tercetak SEP dan kertas nomor antrean periksa dokter yang dituju. “Berbekal kertas nomor antrean, pasien menunggu giliran diperiksa dokter, dan mengambil obat. Petugas RSUD pun disiagakan untuk membantu pasien,” ujarnya.

Berdasarkan survei kepuasan pelanggan, pasien yang menyatakan puas dan sangat puas mencapai 83 persen, hal tersebut menggambarkan, tujuan dari dibuatnya Sipil Doyan Jalan dapat diterima pasien atau pelanggan RSUD Koja.

Saat ini Sipil Doyan Jalan telah direplikasi pada pelayanan pasien rawat jalan di Puskesmas Kecamatan Koja, dengan modifikasi yang disesuaikan kondisi serta situasi pelayanan puskesmas, sebagai fasilitas kesehatan tingkat pertama. 

Selanjutnya akan dikembangkan pada tahapan layanan rawat jalan lainnya. Seperti Pendaftaran Perjanjian Waktu Pelayanan, e-Medical Record, pengiriman hasil pemeriksaan Laboratorium, Radiologi, dll via e-Mail, dan Delivery Service obat. 

Foto : Istimewa

KOMENTAR
Rating
Dki Jakarta - Kota Jakarta Utara
Terkini
Inilah Cara Pemerintah Dorong Inovasi Pembiayaan I ...
21/03/2019 :: Dki Jakarta - Kota Jakarta Pusat
Inovasi Pengurangan Plastik, Bagaimana Indonesia?
12/03/2019 :: Dki Jakarta - Kab Kepulauan Seribu
Inovasi Pembiayaan Infrastruktur Daerah
11/03/2019 :: Dki Jakarta - Kota Jakarta Pusat
Menuju Industri 4.0 Pemerintah Petakan Lima Sektor ...
28/02/2019 :: Dki Jakarta - Kota Jakarta Pusat
Inovasi Energi Terbarukan dari Kabupaten Muba
27/02/2019 :: Sumatera Selatan - Kab Musi Banyuasin