Inovasi Pembiayaan Infrastruktur Daerah

11 Mar 2019

Indonesiaberinovasi.com, JAKARTA - Dalam memacu perekonomian di Indonesia menuai banyak tantangan kedepannya. Salah satu yang menjadi tantangan terbesar adalah Indonesia harus keluar dari Middle Income Trap, dimana Indonesia harus keluar dari kategori pendapatan menengah kurang dari 25 tahun. Ada beberapa cara untuk keluar dari middle income trap, diantaranya peningkatkan daya saing dan kualitas sumber daya manusia.

Dalam peningkatan sumber daya manusia, diperlukan infrastruktur sebagai penopang segala jenis kegiatan. Untuk mengejar pembangunan infrastruktur, lima tahun terakhir pemerintah telah mengakolasikan pendaan infrastruktur mencapai Rp4.769 Triliun atau sekitar 41,3 persen yang dibiayai oleh APBN dan APBD, 36,5 persen oleh swata dan 22,2 persen oleh BUMN.

Setelah dievaluasi, ternyata masih diperlukan dorongan tambahan untuk peningkatan infrastruktur, untuk itu pemerintah memberikan berbagai inovasi untuk peningkatan infrastruktur khususnya di daerah.

Menurut Iskandar Simorangki, Deputi Bidang Koordinasi Ekonomi Makro dan Keuangan, Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian (Kemenko Perekonomian), Pemerintah tengah gencar untuk sosialisasi tujuah pos sebagai pos dalam inovasi pembiayaan infrastruktur.

Tujuh pos tersebut diantaranya, pertama pasar modal dengan Kontrak Investasi Kolektif (KIK), Dana Investasi Real Estate (DIRE), KIK Efek Beragunan (EBA), Dana Investasi Infrastruktur (Dinfra) dan obligasi Daerah, kedua hibah dan Dana Alokasi Khusus (DAK).

Ketiga pinjaman melalui bank, lembaga keuangan non bank, pemerintah atau lembaga yang mendapatkan penugasan seperti PT Sarana Multi Infrastruktur (PT SMI), keempat multilateral bank, kelima Inveromental Fund, keenam Kerja sama Pemerintah dan Badan Usaha (KPBU), dan ketujuh Hak Pengelolaan Terbatas/Limited Consession Scheme (LCS).

“Misalnya pembangunan jalan tol, tidak mungkin pendanaan dari pusat bisa mengakomodir kebutuhan tersebut. Oleh karena itu, kita hadirkan inovasi seperti sekuritisasi dalam bentuk asset backed securities, bahkan kita tengah mencoba LCS yang sedang dikembangkan juga di berbagai daerah,” Kata Iskandar.

Adanya inovasi ini diharapkan setiap daerah dan masyarakat dapat mandiri dan ikut berpartisipasi dalam pembangunan. 

foto: istimewa

Tags : belum ada tag
KOMENTAR
Rating
Dki Jakarta - Kota Jakarta Pusat
Terkini
Inilah Cara Pemerintah Dorong Inovasi Pembiayaan I ...
21/03/2019 :: Dki Jakarta - Kota Jakarta Pusat
Inovasi Pengurangan Plastik, Bagaimana Indonesia?
12/03/2019 :: Dki Jakarta - Kab Kepulauan Seribu
Inovasi Pembiayaan Infrastruktur Daerah
11/03/2019 :: Dki Jakarta - Kota Jakarta Pusat
Menuju Industri 4.0 Pemerintah Petakan Lima Sektor ...
28/02/2019 :: Dki Jakarta - Kota Jakarta Pusat
Inovasi Energi Terbarukan dari Kabupaten Muba
27/02/2019 :: Sumatera Selatan - Kab Musi Banyuasin