BNP2TKI Gandeng Lima Bank Dalam Penyaluran KUR TKI

21 October 2015 |



JAKARTA – Badan Nasional Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia (BNP2TKI) telah bekerjasama dengan lima bank yakni, Bank Mandiri, BNI, BRI, BII Maybank dan Sinarmas dalam rangka penyaluran kredit usaha rakyat (KUR) TKI.

"BNP2TKI akan mengawal program tersebut untuk memastikan efektivitasnya agar ke depan biaya penempatan terus dibenahi," kata Kepala BNP2TKI Nusron Wahid, dalam keterangan pers di Jakarta, Selasa (20/10).

Menurutnya, total dana KUR TKI yang telah digelontorkan sebesar Rp1  triliun dengan rincian untuk Bank Mandiri menyalurkan Rp200 miliar, BNI Rp200 miliar, BRI Rp200 miliar dan kedua bank swasta masing-masing Rp200 miliar.

Ketiga bank BUMN ditunjuk pemerintah karena dinilai memiliki akses ke kantong-kantong TKI di luar negeri, sedangkan Bank Sinarmas memunyai akses ke Taiwan dan BII Maybank ke Malaysia.

Pemberlakuan bunga untuk KUR TKI turun dari 22 persen menjadi 12 persen mulai 1 Juli 2015, sehingga bisa mengurangi beban yang selama ini ditanggung TKI.

"Maklum, para tenaga kerja sulit memeroleh akses perbankan, sehingga terpaksa meminjam dari rentenir dengan bunga 33 persen flat setahun. Dengan bunga baru yakni 12 persen efektif, setara tujuh persen flat, maka akan sangat membantu TKI. Beban akan berkurang sekitar Rp2 juta per TKI," katanya.

Dia menambahkan, KUR TKI akan dialokasikan kepada 75 ribu debitur serta juga dimanfaatkan untuk biaya pelatihan dan perjalanan. Biaya angsuran KUR dan remitansi dimasukkan ke dalam komponen bunga hingga tak ada biaya tambahan bagi TKI.

“Angsuran pinjaman TKI akan didebet dari rekening TKI karena gaji dari majikan juga dimasukkan dalam rekening TKI tersebut,” ujarnya.

Berdasarkan data BNP2TKI, biaya penempatan TKI berbeda-beda. Biaya TKI untuk penempatan di Hongkong mencapai Rp14 juta, Taiwan Rp17 juta dan Singapura Rp30 juta.

"Biasanya TKI melunasinya dalam waktu enam hingga sembilan bulan. Dengan suku bunga KUR yang baru, maka beban bunga yang ditanggung TKI untuk penempatan HongKong turun dari sekitar Rp4 juta menjadi Rp1,2 hingga Rp1,3 juta," katanya.

Nusron minta kepada PPTKIS bersama agency untuk terus menerus memantau majikan dan TKI di negara penempatan, hingga kontrak kerja selesai. Pemantauan ini juga sangat efektif bila terjadi sesuatu yang berkaitan dengan majikan dan TKI.

Bila penyaluran KUR berjalan dengan semestinya, maka para TKI yang notabene merupakan pahlawan devisa tersebut akan memeroleh kemudahan mulai dari pembiayaan, proses rekrutmen dan pemberangkatan ke negara penempatan, jaminan pembayaran gaji, kemudahan remitansi kepada keluarga dan pendampingan supaya penghasilan dipakai untuk usaha yang produktif.

Sumber: infopublik.id
Foto: http://riskmanagement.co.id/

Tags : belum ada tag

TERPOPULER

Kabar terpopuler seputar inovasi yang dilakukan oleh Pemerintah dari berbagai macam sektor.