Garuda Indonesia Bukukan Laba 51,4 Juta Dollar

27 October 2015 |



JAKARTA – PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk berhasil membukukan laba bersih tahun berjalan (net income year to date) sebesar US$51,4 juta hingga kuartal ketiga tahun ini, atau meningkat sebesar 123,4 persen dibanding periode sama tahun lalu yang mengalami kerugian sebesar US$220,1 juta.

Direktur Utama Garuda Indonesia M Arif Wibowo mengatakan, pihaknya juga berhasil meningkatkan pendapatan usaha (total revenues) dari US$2.831 miliar pada 2014 (Januari-September) menjadi US$2.845 miliar pada perode yang sama di 2015. Sementara beban usaha (total expenses) berhasil diturunkan dari US$3,08 miliar menjadi US$2,72 miliar.

"Peningkatan kinerja perseroan dapat dicapai berkat penerapan strategi pengembangan bisnis melalui program quick wins, serta melalui disiplin efisiensi biaya ketat yang dilaksanakan secara berkelanjutan sejak awal 2015," ujar Arif di Jakarta, Jumat (23/10).

Arif yang juga Ketua Umum INACA menjelaskan, pencapaian tersebut terjadi saat industri penerbangan tengah menghadapi berbagai tantangan, mulai dari perlambatan perekonomian hingga beberapa kondisi bencana alam (force majure) seperti erupsi gunung berapi dan gangguan kabut asap.

Mengenai pengembangan jaringan penerbangan yang dilaksanakan secara berkelanjutan, Arif mengatakan Garuda Indonesia Group (termasuk Citilink) berhasil mengangkut sebanyak 24,55 juta penumpang pada sembilan bulan terakhir (Januari-September 2015), atau meningkat sebesar 17,5 persen dibandingkan periode yang sama tahun 2014, yaitu sebanyak 20,89 juta penumpang.

Garuda Indonesia sendiri pada kuartal III tahun 2015 ini berhasil mengangkut sebanyak 17,69 juta penumpang (terdiri dari 14,51 juta penumpang domestik dan 3,18 juta penumpang internasional), sedangkan pada periode yang sama tahun 2014 mengangkut sebanyak 15,56 juta penumpang.

Sementara anak perusahaan, Citilink Indonesia, berhasil mengangkut 6,87 juta penumpang pada Januari-September 2015, meningkat sebesar 28,8 persen dibanding periode yang sama tahun 2014 sebanyak 5,33 juta penumpang.

Frekuensi penerbangan Garuda Indonesia dan Citilink di sektor domestik dan internasional meningkat dari 165,642 penerbangan pada kuartal III tahun 2014 menjadi 186,105 penerbangan pada periode yang sama di 2015. Di samping itu, kapasitas produksi (availability seat kilometer/ASK) meningkat dari 36,9 miliar (2014) menjadi 38,75 miliar pada 2015.

Garuda Indonesia juga berhasil meningkatkan tingkat isian penumpang (seat load factor/SLF) menjadi 77,3 persen pada 2015 dibanding periode yang sama tahun sebelumnya sebesar 70,7 persen. Sementara tingkat ketepatan penerbangan (OTP) pada 2015 mencapai 88,2 persen, dengan utilisasi pesawat sebesar 09:11 jam.

Di samping itu, Garuda Indonesia juga berhasil meningkatkan market share baik di pasar domestik maupun internasional. Pada kuartal III tahun 2015, market share Garuda Indonesia di pasar domestik meningkat menjadi 44 persen, dibandingkan tahun sebelumnya sebesar 37 persen.

Sementara itu, market share di pasar internasional pada Januari-September 2015 mencapai 28 persen, meningkat dibandingkan periode yang sama tahun lalu yang sebesar 22 persen.

Sumber:  InfoPublik.id

Tags : belum ada tag

TERPOPULER

Kabar terpopuler seputar inovasi yang dilakukan oleh Pemerintah dari berbagai macam sektor.