Garuda Indonesia Selesaikan Penerbangan Haji Tahun 2015

28 October 2015 |



JAKARTA – Maskapai Garuda Indonesia telah menyelesaikan penerbangan haji tahap II atau fase pemulangan, sekaligus menandai berakhirnya pelaksanaan penerbangan haji 2015.

Adapun ketepatan waktu terbang (on time performance) secara keseluruhan mencapai 83,34 persen.

Kepala Komunikasi PT Garuda Indonesia, Benny S. Butarbutar menjelaskan, dalam pelaksanaan penerbangan haji 2015 atau 1436 Hijriah ini, untuk fase pertama atau keberangkatan, pihaknya mencapai tingkat ketepatan waktu penerbangan sebesar 92,38 persen.

Sementara tingkat ketepatan penerbangan untuk fase kepulangan mencapai 74.29 persen, dengan rata-rata keseluruhan untuk tingkat ketepatan penerbangan pada fase pertama dan kedua adalah sebesar 83,34 persen.

Dikatakan Benny, pelaksanaan fase keberangkatan penerbangan haji tahun ini dimulai pada 21 Agustus hingga 17 September 2015 lalu, sedangkan fase pemulangan berlangsung pada 28 September hingga 26 Oktober 2015.

"Tahun ini, penerbangan langsung ke Madinah dan ke Jeddah dilayani dari seluruh embarkasi haji yang berjumlah sembilan embarkasi, yaitu embarkasi Banda Aceh, Medan, Padang, Jakarta, Banjarmasin, Solo, Balikpapan, Makassar dan Lombok," ujarnya di Jakarta, Selasa (27/10).

Benny menuturkan, selama musim haji tahun ini, Garuda Indonesia telah menerbangkan sebanyak 82.883 jemaah haji yang tergabung dalam 210 kelompok terbang (kloter) dari sembilan embarkasi.

Embarkasi Banda Aceh tercatat sebanyak 3.185 jemaah (delapan kloter), Medan 6.582 jemaah (17 kloter), Padang 4.937 jemaah (11 kloter), Jakarta 17.714 jemaah (39 kloter), Solo 26.489 jemaah (74 kloter), Banjarmasin 4.167 jemaah (12 kloter), Balikpapan 4.242 jemaah (12 kloter), Makassar 11.923 jemaah (27 kloter) dan Lombok 3.644 jemaah (10 kloter).

"Dalam pelaksanaan penerbangan haji tahun ini, Garuda Indonesia mengoperasikan sebelas pesawat yang terdiri dari enam pesawat jenis Airbus 330-300 dengan masing-masing pesawat memiliki kapasitas 360 seat. Empat pesawat Boeing 747-400 dengan kapasitas 455 seat, dan satu Boeing 777-300 ER berkapasitas 393 seat," katanya.

Sembilan pesawat dari sebelas pesawat yang beroperasi merupakan milik Garuda Indonesia, sedangkan dua pesawat lainnya menyewa dari perusahaan asing melalui proses tender yang terbuka dan transparan, serta diumumkan di media cetak nasional dan internasional. Pesawat-pesawat tersebut rata-rata berusia muda dan di antaranya diproduksi pada tahun 2015.

Selain itu, Garuda Indonesia juga menyiapkan sebanyak 484 orang awak kabin yang 70 persen di antaranya merupakan awak kabin yang berasal dari daerah-daerah embarkasi.

Sumber: InfoPublik.id
Foto: https://www.garuda-indonesia.com/



Tags : belum ada tag

TERPOPULER

Kabar terpopuler seputar inovasi yang dilakukan oleh Pemerintah dari berbagai macam sektor.