Inovasi Bupati Gorontalo; Government Mobile

24 June 2015 | Gorontalo



Gorontalo - DAVID Bobihoe mengakui bahwa dirinya senang berkhayal. Salah satu khayalan yang dia wujudkan dalam kenyataan adalah government mobile atau pemerintahan berjalan. Sejak 2008 hingga saat ini, David rutin memboyong seluruh kepala dinas untuk membuka kantor di kecamatan, kelurahan/desa, atau rumah warga. Semua peralatan kerja, peralatan tidur, hingga peralatan mandi dibawa dari Limboto, ibu kota Kabupaten Gorontalo. Masyarakat yang menjadi tuan rumah tidak boleh kerepotan gara-gara David dan jajarannya berkantor di sana.

Program David itu sangat membantu masyarakat yang membutuhkan pelayanan. Mereka tidak perlu jauh-jauh datang ke Limboto untuk mengurus sesuatu. Di Gorontalo, banyak daerah terpencil. Selain jauh dari Limboto, aksesnya tidak mudah. Karena itu, David ingin mendekatkan diri dengan masyarakat di pelosok tersebut.

Menurut David, government mobile dicetuskan untuk memberikan pelayanan prima kepada masyarakat. Persoalan yang dihadapi masyarakat lebih bisa terserap dengan baik ketika pemkab datang. ’’Government mobile yang diterapkan di Kabupaten Gorontalo memegang prinsip tuntas anggaran, tuntas program, dan tuntas masalah,’’ jelasnya.

David yakin dengan semakin sering bertemu dan mendengarkan keluhan masyarakat, jajarannya akan semakin peka. Hasil serap aspirasi melaluigovernment mobile itu juga membantu pemkab dalam menyusun APBD.

Program lain yang juga menjadi andalan David adalah klinik pelayanan publik (KPP). David menggandeng para kepala dinas dan mengagendakan hari-hari khusus untuk melayani masyarakat. Modelnya seperti open house. Dengan program itu, masyarakat dipersilakan mengadukan berbagai persoalan setiap pekan. ’’Masyarakat yang mau mengadu datang saja. Setiap pukul 14.00 sampai habis jam kerja, sepekan sekali, kami buka rumah dinas bupati Gorontalo,’’ kata David.

Di Gorontalo, David mencanangkan desa sebagai laboratorium pemerintahan. Setiap desa dituntut untuk berinovasi. Bupati memberikan kewenangan mutlak kepada desa-desa tersebut untuk mengembangkan kreasi dalam melayani masyarakat. Dalam pelaksanaannya pula, David melakukan kontrak kerja dengan pemerintah desa terkait dengan program dan target-target yang akan dicapai. Kontrak kerjanya menyangkut bidang pengentasan kemiskinan, pendidikan, dan kesehatan.

 ’’Yang sukses kami beri apresiasi dan yang bermasalah mendapat sanksi. Kalau masalahnya  berat, kami limpahkan secara hukum,’’ kata David. Menurut dia, hal itu dimaksudkan agar setiap kepala desa/lurah bertanggung jawab dengan tugasnya.

Dalam bidang penganggaran, David cukup berani. Bayangkan saja, dia menaikkan anggaran belanja untuk keperluan publik dalam APBD Kabupaten Gorontalo hingga 82 persen. Bahkan, pernah 87 persen. Sisanya baru digunakan untuk belanja aparatur. ’’Ini telah saya lakukan dan silakan bagi pemerintah daerah lain untuk mencobanya,’’ saran David.

Dalam bidang perpajakan, dia juga berani menghapus 16 jenis pajak daerah. Sebagai gantinya, David berupaya untuk memaksimalkan potensi kekayaan daerah Kabupaten Gorontalo. Caranya adalah dengan peningkatan sumber daya manusia. Banyak pegawai di lingkungan pemerintah Kabupaten Gorontalo yang disekolahkan.

’’Kunci pemerintahan itu sebenarnya mudah. Hanya butuh ilmu, konsisten terhadap aturan, dan semangat kerja yang tinggi,’’ tandasnya.

 

Sumber: http://www.jawapos.com/

Foto: http://www.jawapos.com/

 

Tags : belum ada tag

TERPOPULER

Kabar terpopuler seputar inovasi yang dilakukan oleh Pemerintah dari berbagai macam sektor.