Kembangkan UMKM Lewat Mesin Pencetak Mie Deso Tipe Hidrolis

17 December 2018 | Di Yogyakarta



Indonesiaberinovasi.com, YOGYAKARTA - Sejumlah mahasiswa Universitas Gajah Mada (UGM), Yogyakarta, kembali melahirkan inovasi baru. Kali ini ada salah satu inovasi menarik, yang dapat membantu meringankan usaha kecil di pedesaan.

Lima mahasiswa UGM yang bergabung dalam tim PKM Teknologi, yaitu Anditya Sridamar Pratyasta, Dipta Bthari Candraruna, Muhammad Ali Shodiqi, Muhammad Rifqi, dan Pranedya Atria mengaplikasikan ilmu yang mereka peroleh di bangku kuliah.

Kelimanya berhasil menciptakan sebuah mesin, untuk membantu Usaha Kecil dan Menengah (UKM) SRIOCA di Dukuh Tulung, Desa Srihardono, Pundong, Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY).

Meskipun mereka berasal dari 4 (empat) disiplin ilmu yang berbeda. Yaitu Departemen (Dept.) Teknik Pertanian dan Biosistem, Dept. Teknologi Pangan dan Hasil Pertanian, Dept. Teknologi Industri Pertanian, serta Dept. Teknik Mesin dan Industri.

Inovasi yang diciptakan Anditya dan kawan-kawan ialah mesin pencetak Mie Deso Tipe Hidrolis. Sistem Hidrolisnya diperoleh dari bantuan PT. Infinity Hydropower, Jakarta. 

Sedangkan dalam perbengkelan, tim Anditya bekerjasama dengan CV Tunas Karya Yogyakarta. Mie Deso, adalah mie yang terbuat dari singkong dan merupakan mie khas daerah Pundong. 

Inovasi baru mesin pencetak mie karya tim Anditya ini tentunya tak lepas dari dukungan dan bimbingan salah seorang Dosen mereka, yakni Prof. Dr. Ir. Bambang Purwantana, M. Agr.

Perlu diketahui, salah satu masalah yang timbul di UKM SRIOCA selama ini adalah pada proses pembentukan adonan menjadi mie basah. Pembuatan mie di UKM ini bisa dibilang sangat sederhana. 

Dikerjakan 3 (tiga) orang, membuat adonan untuk selanjutnya dipipihkan. Lalu ditaburi terigu dan selanjutnya dipotong-potong secara manual dengan pisau. 

"Coba bayangkan, bila mereka menerima banyak pesanan? Jelas ini akan akan menguras tenaga para pekerjanya, dikhawatirkan pesanan malah tak terpenuhi. Produksi mie per harinya saja bisa mencapai 80 kg," ucap Anditya.

Selain proses pembuatan mie menjadi lebih cepat, mesin yang ditemukan Anditya dkk ini juga memiliki keunggulan lain. Seperti memiliki beberapa cetakan khusus, yang bisa diganti-ganti sesuai bentuk mie yang diinginkan. 

Mesin ini diharapkan bisa berguna dalam membantu pengembangan UKM SRIOCA, meningkatkan higienitas produk dan efisiensi kerja. Dimana kapasitas produksi akan naik, sehingga menambah nilai jual ekonomi olahan pangan lokal. 

Tercatat, kapasitas kerja UKM SRIOCA tanpa menggunakan mesin adalah 10,7 kg/jam. Sedangkan setelah mengggunakan mesin, kapasitas kerjanya menjadi 31,5 kg/jam. 

Foto      : Istimewa

Tags : #UKM SRIOCA #mesin Mie Tipe Hidrolis

TERPOPULER

Kabar terpopuler seputar inovasi yang dilakukan oleh Pemerintah dari berbagai macam sektor.