Menristek Kejar Inovasi Bibit Pertanian yang Tahan Perubahan Iklim

22 November 2019 | Dki Jakarta



Indonesiaberinovasi.com, JAKARTA – Demi meningkatkan pertumbuhan sektor pertanian, Menteri Riset dan Teknologi Tinggi sekaligus Kepala Badan Riset Inovasi Nasional Bambang Brodjonegoro akan melakukan inovasi pada bibit pertanian yang tahan perubahan iklim.

“Kami akan adopsi bibit dengan mengutamakan perubahan iklim,” kata Bambang Brodjonegoro.

Menurutnya, bibit yang sudah lama tersimpan akan mengalami penurunan kualitas lantaran adanya perubahan temperatur ataupun intensitas hujan. Hal tersebut bisa terjadi karena adanya perubahan iklim.

Selain itu, inovasi juga dilakukan pada pemuliaan dan produksi bibit ikan, ternak, unggas, dan biota tumbuhan air. Namun, inovasi tersebut memerlukan pendekatan triple helix, yaitu perlunya sinergi antara pemerintah, lembaga penelitian, dan pengusaha. 

Sementara itu, riset bio technology modern akan dilakukan untuk produksi benih bibit unggul pada tanaman, peternakan, dan perikanan. Riset dilakukan melalui rekayasa genetika dan kultur jaringan untuk pemuliaan bibit unggul. 

Riset tersebut, lanjut dia, akan melibatkan Badan Penelitian dan Pengembangan (Balitbang) Kementerian Pertanian, Balitbang Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, dan Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI).

Deputi Bidang Koordinasi Pangan dan Pertanian Kemenko Perekonomian Musdhalifah Machmud mengatakan masih ada peluang untuk meningkatkan produksi pertanian yang saat ini masih rendah. 

"Contohnya produksi kakao kita mengalami penurunan, karena itu perlu teknologi untuk meningkatkan kembali produktivitas kakao," ujar dia. 

Selain bisa menggandeng pengusaha, inovasi di sektor pertanian dapat dilakukan dengan tepat sasaran sesuai dengan kebutuhan pasar sehingga dapat menaikkan pertumbuhan sektor agrobisnis sebesar 1-1,5%.

Tags : belum ada tag

ARTIKEL TERKAIT





KOMENTAR

Rating

TERPOPULER

Kabar terpopuler seputar inovasi yang dilakukan oleh Pemerintah dari berbagai macam sektor.