Mepe Pari Tingkatkan Produksi Panen dan Menambah Penghasilan Petani.

15 November 2018 | Jawa Timur



Indonesiaberinovasi.com, MALANG - Ketergantungan masyarakat Indonesia pada nasi, membuat beras menjadi salah satu komoditas pangan utama di negeri tercinta ini. 

Karena itu, hasil panen padi (yang selanjutnya akan diolah menjadi beras) terus digenjot setiap tahun, demi memenuhi target produksi dan permintaan pasar.

Salah satu rangkaian pemrosesan padi menjadi beras yaitu perontokan bulir padi. Saat ini, mesin perontok padi sederhana yang dimiliki banyak petani kerapkali membuat hasil panen kurang maksimal.

Bantuan mesin dari pemerintah pun butuh biaya operasional yang tak sedikit, dimana pada akhirnya hanya mengurangi pendapatan petani untuk bahan bakar dan perawatan mesin.

Keluhan petani tadi akhirnya dijawab empat mahasiswa Universitas Negeri Malang (UM). Mereka berhasil menciptakan Mepe Pari, sebuah mesin perontok padi yang dapat meningkatkan produksi panen dan menambah penghasilan petani.

Berbekal dana hibah Program Kreativitas Mahasiswa (PKM), ke-4 mahasiwa ini membuat mesin perontok padi dengan penggerak motor listrik bersumber dari tenaga surya. 

Mesin ini tentunya lebih menghemat biaya operasional, dibanding mesin yang digerakan motor bensin. Karena petani tak perlu lagi sisihkan biaya terlalu besar untuk bahan bakar dan perawatan mesin.

Mepe Pari memiliki desain tertutup. Padi dimasukan ke dalam mesin, lalu putaran perontok dalam mesin akan membuat bulir padi berguguran seluruhnya. 

Saat melakukan uji lapangan menggunakan Mepe Pari, didapat hasil panen gabah padi meningkat sembilan persen dibanding gunakan mesin perontok konvensional.

Adapun salah satu misi utama mesin ini adalah pengoptimalan pemanfaatan energi surya, sebagai energi terbarukan. Khususnya untuk bidang teknologi pertanian. 

Foto : Istimewa

Tags : #mesin perontok padi #mahasiswa universitas negeri malang

Mepe Pari Tingkatkan Produksi Panen dan Menambah Penghasilan Petani.

15 November 2018 | Jawa Timur



Indonesiaberinovasi.com, MALANG - Ketergantungan masyarakat Indonesia pada nasi, membuat beras menjadi salah satu komoditas pangan utama di negeri tercinta ini. 

Karena itu, hasil panen padi (yang selanjutnya akan diolah menjadi beras) terus digenjot setiap tahun, demi memenuhi target produksi dan permintaan pasar.

Salah satu rangkaian pemrosesan padi menjadi beras yaitu perontokan bulir padi. Saat ini, mesin perontok padi sederhana yang dimiliki banyak petani kerapkali membuat hasil panen kurang maksimal.

Bantuan mesin dari pemerintah pun butuh biaya operasional yang tak sedikit, dimana pada akhirnya hanya mengurangi pendapatan petani untuk bahan bakar dan perawatan mesin.

Keluhan petani tadi akhirnya dijawab empat mahasiswa Universitas Negeri Malang (UM). Mereka berhasil menciptakan Mepe Pari, sebuah mesin perontok padi yang dapat meningkatkan produksi panen dan menambah penghasilan petani.

Berbekal dana hibah Program Kreativitas Mahasiswa (PKM), ke-4 mahasiwa ini membuat mesin perontok padi dengan penggerak motor listrik bersumber dari tenaga surya. 

Mesin ini tentunya lebih menghemat biaya operasional, dibanding mesin yang digerakan motor bensin. Karena petani tak perlu lagi sisihkan biaya terlalu besar untuk bahan bakar dan perawatan mesin.

Mepe Pari memiliki desain tertutup. Padi dimasukan ke dalam mesin, lalu putaran perontok dalam mesin akan membuat bulir padi berguguran seluruhnya. 

Saat melakukan uji lapangan menggunakan Mepe Pari, didapat hasil panen gabah padi meningkat sembilan persen dibanding gunakan mesin perontok konvensional.

Adapun salah satu misi utama mesin ini adalah pengoptimalan pemanfaatan energi surya, sebagai energi terbarukan. Khususnya untuk bidang teknologi pertanian. 

Foto : Istimewa

Tags : #mesin perontok padi #mahasiswa universitas negeri malang

TERPOPULER

Kabar terpopuler seputar inovasi yang dilakukan oleh Pemerintah dari berbagai macam sektor.