Pemerintah Rencanakan Klaster Besar Riset dan Inovasi Untuk Ibu Kota Baru

27 November 2019 | Dki Jakarta



Indonesiaberinovasi.com, JAKARTA – Dalam pertemuan dengan para ilmuan dan peneliti Indonesia di Busan, Korea Selatan. Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengatakan saat ini pemerintah tengah menata riset dan inovasi.

“Pemerintah sekarang ingin bekerja dengan lebih fokus. Lebih gampang dikontrol, dicek, diawasi. Kita akan mulai dari menata untuk riset dan inovasi,” jelas Presiden Jokowi.

Terkait dengan perpindahan Ibu Kota negara ke Kalimantan Timur, pemerintah akan membuat sebuah klaster besar untuk riset dan inovasi. Selain itu klaster Pendidikan akan membuat universitas-universitas kelas dunia.

“Saya sudah menyiapkan lahan di Ibu Kota yang baru. Jika sudah masuk ke sana harus banyak penyesuaian, yang tadinya anggaran banyak ke infrastruktur akan mulai digeser masuk ke riset dan inovasi,” lanjut Jokowi.

Setelah lima tahun ke belakang berfokus pada pembangunan infrastruktur, kini pemerintah akan berfokus pada pembangunan sumber daya manusia pada lima tahun berikutnya. 

Presiden berharap, setelah pembangunan SDM, pemerintah akan mulai berfokus pada pengembangan riset dan inovasi secara besar-besaran.

Sementara itu, salah satu seorang ilmuwan menyampaikan tiga gagasan berupa pembentukan Universitas Riset Indonesia, percepatan riset dan inovasi di industri, bukan hanya di lingkungan kampus dan revolusi konsep triple helix untuk sumber daya manusia Indonesia yang unggul.

Menanggapi hal tersebut, Presiden Jokowi menyampaikan gagasan tersebut masukan-masukan segar yang bisa menginspirasi pemerintah dalam mengembangkan rumah besar riset Indonesia, Badan Riset dan Inovasi Nasional.

"Ini memang baru awal karena memang mimpi kita semua yang namanya balai penelitian, lembaga-lembaga penelitian dan riset kita, semuanya masuk ke dalam rumah besar itu. Karena sekarang kan berdiri sendiri-sendiri," kata Presiden.

Meskipun anggaran riset Indonesia belum sebanyak Korea Selatan yang mencapai 4,62 persen dari GDP-nya, tapi menurut Kepala Negara, anggaran riset Indonesia sudah banyak secara nominal. Anggaran tersebut tersebar di beberapa kementerian dan lembaga.

"Saya lihat kementerian ada Rp800 miliar, ada Rp700 miliar, setelah saya gabungkan semuanya angkanya itu Rp 26 triliun. Menurut saya itu angka gede banget, meskipun belum segede 4,62 persen dari GDP," pungkasnya.

Tags : belum ada tag

TERPOPULER

Kabar terpopuler seputar inovasi yang dilakukan oleh Pemerintah dari berbagai macam sektor.