PT Pertamina EP Salurkan Semua Hasil Produksi Untuk Kebutuhan Dalam Negeri

27 October 2015 |



JAKARTA – PT Pertamina EP menyalurkan 100 persen produksi gas untuk kebutuhan domestik di bidang listrik, pupuk dan industri. Hal ini sebagai wujud komitmen Pertamina EP memenuhi gas bumi untuk kebutuhan dalam negeri.

“Saat ini produksi gas sebesar 1.025,47 MMSCFD yang mana sebanyak 91,68 persen atau sekitar 940.17 MMSCFD disalurkan kepada perusahaan BUMN yang bergerak di bidang-bidang yang sesuai prioritas alokasi gas seperti PT PLN (Persero) untuk pemenuhan kebutuhan listrik, pupuk Sriwijaya dan pupuk Kujang untuk pemenuhan pupuk dan PT PGN (Persero) untuk pemenuhan kebutuhan industri,” ujar Public Relation Manager Pertamina EP, Muhammad Baron, di Jakarta, Minggu (25/10).

Dari jumlah yang disalurkan tersebut, lanjut Baron, sepenuhnya untuk pemenuhan kebutuhan domestik. Terkait penjualan gas Pertamina EP kepada perusahaan trader swasta, menurutnya jumlahnya relatif kecil dan hal tersebut dipengaruhi segi keekonomian suatu wilayah.

“Penjualan gas terhadap perusahaan trader swasta tersebut dilakukan sesuai dengan aturan berlaku yang dikeluarkan oleh pemerintah. Jadi pola bisnis gas yang dilakukan oleh Pertamina EP adalah sesuai dengan aturan yang diterbitkan oleh pemerintah untuk lingkup kegiatan usaha hulu migas” katanya.

Selain untuk memenuhi komitmen alokasi yang telah ditetapkan pemerintah, Pertamina EP juga memberikan kontribusi kepada proses pemasangan jaringan gas rumah tangga yang juga menjadi program unggulan pemerintah melalui Kementerian ESDM dalam pengembangan industri gas nasional.

Tercatat, sampai dengan tahun 2014, jaringan gas kota yang telah terbangun di seluruh Indonesia mencapai 89.464 sambungan rumah (SR). Sebelumnya data yang ada menyebutkan jumlah jaringan gas kota yang terbangun sejak periode 2009-2013 adalah sebanyak 72.511 SR.

Pada tahun 2014, jumlah jaringan gas kota yang terbangun tercatat mencapai 16.953 SR. Jaringan gas kota yang selesai dibangun pada tahun 2014 tersebut terdistribusi di sejumlah wilayah di antaranya Kabupaten Bekasi 3.949 SR, Kabupaten Bulungan 3.300 SR, Kabupaten Lhokseumawe 3.997 SR, Kota Sidoarjo (Lanjutan) 1.707 SR, dan Kota Semarang 4.000 SR.

 Sumber gas untuk jaringan gas rumah tangga yang dibangun pada tahun 2014 tersebut berasal dari gas yang salah satunya diproduksi oleh Pertamina EP.

“Kami komitmen untuk mendukung program pemerintah terkait konsumsi gas domestic. Untuk itu kami juga mengharapkan dukungan dari seluruh pihak agar operasi kami dapat berjalan lancar dan kebutuhan negara akan migas dapat terpenuhi," katanya.

Sumber:  InfoPublik.id
Foto: http://www.transformasi.org/

Tags : belum ada tag

TERPOPULER

Kabar terpopuler seputar inovasi yang dilakukan oleh Pemerintah dari berbagai macam sektor.