PT Telkom Kembali Gelar Ajang Hackathon Merdeka

20 October 2015 |



JAKARTA – Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) Rudiantara mendukung ajang kolaborasi pembuatan sistem informasi Hackathon Merdeka 2.0 yang diprakarsai PT Telkom Indonesia Tbk bersama komunitas forum teknologi informasi (IT) Code4Nation.

"Kami sangat mendukung dan mengapresiasi. Aplikasi yang dikembangkan di sini berkaitan dengan masalah kependudukan, dan itu selaras dengan revolusi mental yang menyangkut kewarganegaraan, etos kerja dan gotong royong," kata Rudiantara dalam sambutannya pada acara media gathering Hackathon Merdeka 2.0 di Kaffeine, SCBD, Jakarta, Senin (19/10).

Rudiantara menilai event yang diadakan menjelang Peringatan Hari Sumpah Pemuda tersebut sejalan dengan visi pemerintah.

Sementara itu, Direktur Innovation and Strategic Portfolio Telkom, Indra Utoyo menyatakan, meski digelar serentak, acara membuat aplikasi selama 24 jam itu akan dipusatkan di Bandung Digital Valley, Telkom, Bandung.

“Hackathon dipandang sebagai gerak horizontal yang menumbuhkan digitalpreneur di Indonesia, yang mana akan memiliki dampak yang maksimal terhadap komunitas IT di Tanah Air,” kata Indra.

Selama Hackathon berlangsung, Telkom akan memberikan dukungan penuh antara lain berupa lokasi pelaksanaan yang dapat dimanfaatkan, seperti digital valley, digital lounge, serta Kantor Telkom di seluruh Indonesia.

Selain itu, didukung berupa koneksi internet, hosting, streaming dan logistik. Di ajang Hackathon, para developer berlomba menunjukkan kebolehannya merancang aplikasi jadi atau prototipe tertentu.

Inisiator Code4Nation Ainun Najib menyatakan, pada Hackathon 2.0 kali ini mengusung tema kependudukan, yang merupakan pondasi data bagi kebijakan pemerintah. Contohnya antara lain berupa aplikasi pendataan anak putus sekolah dan yang tidak sekolah sama sekali, data catatan kriminal seseorang, hingga soal data pasien BPJS.

"Jadi, Hackathon adalah bagaimana membuat aplikasi dengan sangat cepat, yaitu dalam 24 jam. Hasilnya berupa aplikasi jadi atau prototipe yang berfungsi memecahkan suatu masalah," kata Ainun. Menurut Ainun, Hackathon pertama telah sukses digelar pada Agustus lalu.

Ajang ini diselenggarakan secara serentak di 28 kota, yakni di Banda Aceh, Toba, Medan, Pekanbaru, Palembang, Belitung, Tangerang, Depok, Bogor, Bandung, Cirebon, Garut, Banyumas, Wonosobo, Semarang, Yogyakarta, Surabaya, Malang, Pontianak, Balikpapan, Makassar, Mamuju, Manado, Denpasar, Sumbawa, Ambon, Jayapura, dan diaspora Indonesia di Sydney, Australia.

"Acara seperti ini sebenarnya sudah lazim dilaksanakan, apalagi di luar negeri. Kali ini Hackathon sudah mendapatkan 1.700 orang peserta, atau 620 tim," ujar Ainun.

Hackaton Merdeka 2.0 yang akan diselenggarakan pada 24-25 Oktober 2015 itu terbuka untuk umum. Peserta dapat melakukan registrasi sebagai individu atau tim dengan jumlah anggota tim sekitar 2-3 orang. Registrasi peserta dapat dilakukan secara online melalui http://hackathonmerdeka.id/registrasi.

Sumber: www.kominfo.go.id
Foto: https://code4nation.id/

Tags : belum ada tag

TERPOPULER

Kabar terpopuler seputar inovasi yang dilakukan oleh Pemerintah dari berbagai macam sektor.