Pustaka Digital Inovasi Literasi untuk Daerah 3T

07 May 2019 | Kalimantan Utara



Indonesiaberinovasi.com, KAB. MALINAU - Upaya peningkatan mutu pendidikan awal terus dilakukan di daerah Tertinggal, Terdepan dan Terluar (3T). Salah satu saran yang dikembangkan adalah Program Inovasi (Inovasi untuk Anak Sekolah Indonesia) hasil kerjasama antara Kabupaten Malinau dengan Pemeritah Australia. Fokus dalam pengembangan pembelajarannya adalah topik mengenai literasi kelas awal. Fokus ini didasarkan hasil Assessment Kompetensi Siswa Indonesia (AKSI) Kemendikbud tahun 2016.

Pembelajaran yang Menyenangkan

Proses pembelajaran yang dikembangkan berdasarkan deteksi kemampuan membaca anak, kemudian mendesain media dan strategi pembelajaran. Guru-guru hari ini menggunakan media pembelajaran dan cara-cara yang lebih menyenangkan, hal ini membuat siswa kini lebih menikmati proses belajar. Penggunaan media hari ini dilakukan dengan cara PAKEM, Pembelajaran Aktif, Efektif, Kreatif dan Menyenangkan. Para siswa lebih mudah menangkap materi yang diajarkan karena sarat akan makna.

Budaya Baca

Sekolah juga harus menumbuhkan minat akan budaya baca, hampir setiap sekolah menggiatkan aktivitas membaca 15 menit sebelum pembelajaran. Setiap satu hari di akhir pekan, sekolah juga melakukan kegiatan membaca bersama dengan seluruh guru, siswa dan kepala sekolah. Bagi siswa yang belum bisa membaca akand dibantu guru dengan sebuah cerita. Untuk memudahkan para siswa, pihak sekolah meletakkan buku di selasar sekolah agar anak dapat membaca buku saat istirahat.

Pustaka Digital

Penggunaan hp Android dan perangkat LCD, guru-guru dapat membacakan cerita lebih banyak untuk anak murid. Penggunaan teknologi dianggap lebih efektif untuk mengatasi kelangkaan dan mahalnya buku.

 

Tags : belum ada tag

Pustaka Digital Inovasi Literasi untuk Daerah 3T

07 May 2019 | Kalimantan Utara



Indonesiaberinovasi.com, KAB. MALINAU - Upaya peningkatan mutu pendidikan awal terus dilakukan di daerah Tertinggal, Terdepan dan Terluar (3T). Salah satu saran yang dikembangkan adalah Program Inovasi (Inovasi untuk Anak Sekolah Indonesia) hasil kerjasama antara Kabupaten Malinau dengan Pemeritah Australia. Fokus dalam pengembangan pembelajarannya adalah topik mengenai literasi kelas awal. Fokus ini didasarkan hasil Assessment Kompetensi Siswa Indonesia (AKSI) Kemendikbud tahun 2016.

Pembelajaran yang Menyenangkan

Proses pembelajaran yang dikembangkan berdasarkan deteksi kemampuan membaca anak, kemudian mendesain media dan strategi pembelajaran. Guru-guru hari ini menggunakan media pembelajaran dan cara-cara yang lebih menyenangkan, hal ini membuat siswa kini lebih menikmati proses belajar. Penggunaan media hari ini dilakukan dengan cara PAKEM, Pembelajaran Aktif, Efektif, Kreatif dan Menyenangkan. Para siswa lebih mudah menangkap materi yang diajarkan karena sarat akan makna.

Budaya Baca

Sekolah juga harus menumbuhkan minat akan budaya baca, hampir setiap sekolah menggiatkan aktivitas membaca 15 menit sebelum pembelajaran. Setiap satu hari di akhir pekan, sekolah juga melakukan kegiatan membaca bersama dengan seluruh guru, siswa dan kepala sekolah. Bagi siswa yang belum bisa membaca akand dibantu guru dengan sebuah cerita. Untuk memudahkan para siswa, pihak sekolah meletakkan buku di selasar sekolah agar anak dapat membaca buku saat istirahat.

Pustaka Digital

Penggunaan hp Android dan perangkat LCD, guru-guru dapat membacakan cerita lebih banyak untuk anak murid. Penggunaan teknologi dianggap lebih efektif untuk mengatasi kelangkaan dan mahalnya buku.

 

Tags : belum ada tag

Pustaka Digital Inovasi Literasi untuk Daerah 3T

07 May 2019 | Kalimantan Utara



Indonesiaberinovasi.com, KAB. MALINAU - Upaya peningkatan mutu pendidikan awal terus dilakukan di daerah Tertinggal, Terdepan dan Terluar (3T). Salah satu saran yang dikembangkan adalah Program Inovasi (Inovasi untuk Anak Sekolah Indonesia) hasil kerjasama antara Kabupaten Malinau dengan Pemeritah Australia. Fokus dalam pengembangan pembelajarannya adalah topik mengenai literasi kelas awal. Fokus ini didasarkan hasil Assessment Kompetensi Siswa Indonesia (AKSI) Kemendikbud tahun 2016.

Pembelajaran yang Menyenangkan

Proses pembelajaran yang dikembangkan berdasarkan deteksi kemampuan membaca anak, kemudian mendesain media dan strategi pembelajaran. Guru-guru hari ini menggunakan media pembelajaran dan cara-cara yang lebih menyenangkan, hal ini membuat siswa kini lebih menikmati proses belajar. Penggunaan media hari ini dilakukan dengan cara PAKEM, Pembelajaran Aktif, Efektif, Kreatif dan Menyenangkan. Para siswa lebih mudah menangkap materi yang diajarkan karena sarat akan makna.

Budaya Baca

Sekolah juga harus menumbuhkan minat akan budaya baca, hampir setiap sekolah menggiatkan aktivitas membaca 15 menit sebelum pembelajaran. Setiap satu hari di akhir pekan, sekolah juga melakukan kegiatan membaca bersama dengan seluruh guru, siswa dan kepala sekolah. Bagi siswa yang belum bisa membaca akand dibantu guru dengan sebuah cerita. Untuk memudahkan para siswa, pihak sekolah meletakkan buku di selasar sekolah agar anak dapat membaca buku saat istirahat.

Pustaka Digital

Penggunaan hp Android dan perangkat LCD, guru-guru dapat membacakan cerita lebih banyak untuk anak murid. Penggunaan teknologi dianggap lebih efektif untuk mengatasi kelangkaan dan mahalnya buku.

 

Tags : belum ada tag

ARTIKEL TERKAIT





KOMENTAR

Rating

Rating

Rating

TERPOPULER

Kabar terpopuler seputar inovasi yang dilakukan oleh Pemerintah dari berbagai macam sektor.