Terapi Sel Punca Di Indonesia Makin Berkembang

30 October 2015 |



JAKARTA – Indonesia telah mampu melakukan terapi serta mengikuti perkembangan dari negara-negara maju di dunia dalam mengembangkan sel punca, terutama di bidang kesehatan.

Sel Punca merupakan sel yang mampu memerbaiki sel-sel yang rusak dalam tubuh. Karena kemampuannya tersebut sel punca banyak digunakan sebagai inovasi pengobatan yang dapat mengobati jaringan tubuh yang rusak.

Ketua Konsorsium Sel Punca dan Jaringan Indonesia Farid A. Moeloek menjelaskan, saat ini terapi sel punca di Indonesia oleh Kementerian Kesehatan masih dikategorikan sebagai pelayanan berbasis penelitian. Para dokter akan membuat standar prosedurnya setelah mendapatkan bukti ilmiah yang cukup.

"Baru ada dua center besar yang melaksanakan pelayanan yang dasarnya adalah penelitian yaitu di RS Cipto Mangunkusumo Jakarta dan RS dr Soetomo Surabaya. Dua RS ini juga akan membina sebelas RS lagi di Indonesia," katanya kepada pers di Kantor Kemenkes Jakarta, Rabu (28/10).

Dia berharap nantinya Indonesia dapat menjadi tuan rumah di negeri sendiri untuk terapi sel punca dan jaringan. Tidak hanya sebagai konsumen, tetapi juga sebagai produsen.

Menurutnya, inovasi sel punca telah terbukti mampu menyembuhkan penyakit-penyakit yang sebelumnya diyakini tidak dapat disembuhkan, seperti jantung, diabetes melitus, penyakit hati dan penyakit darah berbahaya.

"Pada pasien diabetes militus, terapi sel punca mampu menggantikan pengobatan tradisional saat ini seperti minum obat dan suntik," ujarnya.

Di RS dr Soetomo Surabaya misalnya, pelayanan berbasis penelitian ini dilakukan di Pusat Kedokteran Regeneratif dan Stem Cell. Tercatat sudah ada 379 pasien yang melakukan terapi sel punca dengan berbagai jenis penyakit.

Tingkat perbaikan dari penyakit diabetes militus dengan terapi sel punca mampu mencapai 30 sampai 100 persen. Pasien stroke tingkat perbaikannya rata-rata 50 persen. Untuk uji klinis penggunaan sel punca pada pasien penyakit jantung, tingkat keberhasilannya antara 60-80 persen.

Meski demikian sel punca masih dalam tahap penelitian dan masih banyak aspek yang harus dioptimalkan dan diteliti sebelum masuk ke dalam aplikasi klinis rutin.

Kementerian Kesehatan telah mengeluarkan serangkaian regulasi tentang pelayanan dan laboratorium pengolahan sel punca untuk menjamin pasien mendapatkan pelayanan sel punca dengan aman.

Pemerintah pun terus memantau pelaksanaan terapi sel punca di Indonesia agar dilakukan oleh klinisi sesuai dengan kompetensinya, dengan prosedur yang benar serta tempat layanan dan laboratorium yang sesuai dengan standar Permenkes terkait.

Sumber: InfoPublik.id
Foto: http://static1.squarespace.com/




Tags : belum ada tag

TERPOPULER

Kabar terpopuler seputar inovasi yang dilakukan oleh Pemerintah dari berbagai macam sektor.